Bupati Sebut Kegiatan KB Telah Menurun

  • Whatsapp
Bupati Sebut Kegiatan KB Telah Menurun
LEPAS BALON. Bupati Majene Fahmi Massiara melepas balon pada pembukaan peringatan Harganas ke-XXVI tingkat Kabupaten Majene, di halaman Kantor DPP-KB Majene, Senin 22 April 2019.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Sejumlah kegiatan program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan laju penduduk rupanya masih jauh dari harapan.

Beberapa tahun kebelakang ini, permasalahan tentang KB tidak ada yang urusi, akhirnya rentan kendali dari Pusat ke daerah “Sempat redup, akhirnya capaian menjadi tidak maksimal,” tutur Bupati Majene Fahmi Massiara pada pembukaan peringatan Harganas ke-XXVI tingkat Kabupaten Majene, di halaman Kantor DPP-KB Majene, Senin 22 April.

Bacaan Lainnya

Fahmi menceritakan, pada tahun lalu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dianggap sebagai badan primadona, karena dapat mengakses seluruh kegiatan masyarakat.”Sekarang jaman millenial, sangat jauh berbeda kondisi tahun lalu dan berubah 180 derajat,” sebutnya.

Untuk lebih mengoptimalkan program KB lanjut Fahmi, diharapkan para kader KB terus bersentuhan dan berkolaborasi dengan komunitas pembinaan Alqur’an di masyarakat.”Para kader KB harus dapat mengetahui tupoksinya, mulai dari masalah kontrasepsi KB, keluarga sejahtera sampai kepada masalah Stunting,” paparnya.

Dikatakan, peringatan Hari Hari Keluarga Nasional (Harganas) merupakan seremonial untuk menguatkan kegiatan para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di lapangan.”Para petugas PLKB itu, sudah ada yang atur dan menjadi fungsional abadi di PLKB, kecuali bila menduduki jabatan fungsional,” terangnya.

Ia menuturkan, harapan pemerintah untuk membangun kampung KB kepada seluruh PLKB dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) harus memiliki akses yang maksimal kepada seluruh steakholder di wilayah desa.”Kegiatan KB di desa bisa saja dibiayai melalui dana desa,” ujarnya.

Kepala Dinas PP-KB Majene dr Evawaty menjelaskan, peringatan Harganas merupakan media untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya program KB.”Untuk membuat keluarga sejatera, kita harus berkumpul dengan keluarga minimal 10 menit dalam sehari, untuk berinteraksi,” terangnya.

Kesempatan sama, Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar Rita Maryani mengaku, Majene slah satu kabupaten di Sulbar mempunyai inovasi dalam melaksanakan Harganas.”Kami salalu mengundang Majene untuk dicontoh kabupaten lainnya di Sulbar,” bebernya.

Ketua panitia pelaksana dr Wahida dalam laporannya, peringatan Harganas dengan tema “Hari Keluarga, Hari Kita Semua Cinta Keluarga, Cinta Terencana” untuk mengingatkan seluruh masyarakat, akan pentingnya arti keluarga dalam membangun Indonesia secara utuh.

“Ada beberapa jenis kegiatan lomba balai penyuluh KB, yakni lomba Bina Keluarga Remaja (BKR), lomba Bina Keluarga Lansia (BKL), lomba UPPKS, lomba PIK remaja, lomba duta genre, lomba balai Kantor UPTD, penilaian kampung KB dan penilaian peserta KB lestari,” jelasnya.

Hadir dalam peringatan Haganas ke-XXVI, para Kepala UPTD KB se-Majene, para pengurus TP-PKK Majene, Duta Genre dan PIK Remaja, Kader BKLH serta sejumlah undangan lainnya. (hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *