IKA Unhas Sulbar, Dukung Target Revolusi Industri

  • Whatsapp
foto: HABLUDDIN
PELANTIKAN. Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu menyerahkan pataka IKA Unhas Sulbar Muhammad Idris di sela-sela pelantikan.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Revolusi industri 4.0 menjadi tantangan Sulbar kedepan. Sehingga segala kesepiannya akan terus dimatangkan agar bisa berkembang terutama pada Sumber Daya Manusia (SDM).

Sekprov Sulbar yang juga sekaligus Korwil Ikatan Alumni (IKA) Unhas Sulbar Muhammad Idris mengatakan kegiatan Unhas menyapa Sulbar sengaja dilaksanakan agar para alumni Unhas di Sulbar mengambil peran dan langkah strategis melakukan lompatan pembangunan serta mempersiapkan SDM menghadapi era industri 4.0.

Bacaan Lainnya

“Bagaimana Sulbar bisa jumping kedepan. Kami provinsi 33 punya mimpi. Tentu kami butuh banyak ilmu,” kata Idris, Sabtu 20 April.

Ia menambahkan ada empat menjadi poin yang ingin diterapkan dalam IKA Unhas Sulbar. Diantaranya Industri 4.0 mempersyaratkan orang-orang yang knowledge base dan skill base, industri 4.0 merevilusi Cara kerja dari individu dan organisasi otority ke sinergi otority, dimana pointnya jejaring terbuka, industri 4.0 mempersyaratkan orang open main yang positiv. Selalu memproduksi karakter positive thinking, dan terakhir Industi 4.0 berbasis full IT.

“Saya minta tidak ada alumni Unhas yang tidak smart IT mohon agar kawan-kawan terus semangat. Dari kurang lebih 200 pengurus kiranya mendapatkan manfaat di kegiatan ini. Jangan karena tidak terlibat penuh lalu manarik diri dari kebersamaan IKA,” tambahnya.

Idris juga menyampaikan tercatat sekira 500 alumni Unhas di Sulbar dan ia telah merancang organisasi IKA Unhas Sulbar sejak dua bulan lalu. Sehingga terlaksananya kegiatan simposium yang sekaligus melantik pengurus IKA Unhas Sulbar yang di SK-kan langsung oleh Ketua Umum IKA Unhas Jusuf Kalla.

“Kami alumni Unhas di Sulbar dengan berbagai profesi ingin membangun kohesi, membangun daerah ini lebih cepat,” ungkap Idris.

Sementara itu, Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu mengapresiasi upaya Sekprov membentuk IKA Unhas Sulbar dan itu sekaligus menjadi komitmen antara Unhas dan Sulbar dalam meningkatkan relasi yang programnya bukan sekadar reuni melainkan sebagai wadah untuk berjejaring dan mengembangkan potensi alumni.

“Kita semua satu almamater, jas merah, kedepan jangan ada sampai jas merah di Sulbar yang menggunakan rompi orange. Jangan jadi propaganda
dan jangan jadi orang yang tidak mengedepankan pancasila,” ungkap Dwia Aries.

Dwia Aries menyarankan, Sulbar melakukan digitalisasi lokal dengan mendorong sektor yang paling berpotensi, seperti pariwisata, kuliner, seni dan kebudayaan, serta jasa lainnya yang memiliki potensi dilakukan pengembangan secara digitalisasi.

“Kita berharap pemerintah
mengubah mindset generasi agar menjadi petani. Jadi bukan hanya ingin menjadi ASN, jadilah petani modern untuk membangkitkan agroindustri di Sulbar,” ujar Dwia Aries.

Sedangkan, Komisaris Utama PTPN VI Muhammad Sarkawi Rauf yang memberikan materi
Dictruction in the industrial revolution opportunities and challenges for Sulbar. Yakni membahas soal tantangan dan peluang Sulbar memasuki revolusi industri ke 4.0.

Pria kelahiran Sulbar itu menggambarkan ekonomi dunia sekarang ini, dimana munculnya revolusi industri yang telah mematikan kerja konvesional. Bahkan hanya dengan smartphone telah mampu mematikan usaha konvensional.

“Grab misalnya dimana angkutan dikontrol lewat smartphone dan ini mematikan, mendisrab usaha konvensional angkutan,” ucap Sarkawi.

Sementara itu, menurut Sarkawi belum seberapa dibandingkan perkembangan di Jepang yang kini sudah pada level indutri 5.0. Yang sudah dalam proses pengembangan kecerdasan artifisial melalui penciptaan ‘robot sophia’ wujudnya manusia yang cerdas.

“Kelemahannya karena Shopia ini tidak bisa jatuh cinta, tetapi jangan sampai discrubtion ini terus berlangsung. Sehingga di Jepang menyudahi, cukuplah revolusi industri sampai di 5.0,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *