Bupati Harap Kemandirian Pangan Lokal Diwujudkan

  • Whatsapp
Bupati Harap Kemandirian Pangan Lokal Diwujudkan
HBA ke-59. Bupati Majene Fahmi Massiara foto bersama usai Upacara Bendera dalam rangka memperingati HBA ke-59, di halaman Kantor Kejari Majene, Senin 22 Juli 2019.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Bupati Majene Fahmi Massiara mengajak semua kalangan agar menjaga kemandirian pangan lokal dan pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) dengan memanfaatkan hasil potensi alam daerah untuk memacu konsumsi pangan berkualitas.

“Ada beberapa pangan lokal, seperti pisang, singkong, jagung, ubi jalar dan lainya, disejumlah kecamatan, untuk diolah menjadi bahan pangan fungsional yang mengandung berbagai nutrisi dan mampu meningkatkan kualitas konsumsi pangan,” ulas Fahmi pada pembukaan Festval pangan lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Majene, di Pendopo Rujab Bupati Majene.

Bacaan Lainnya

Dikatakan, untuk memotivasi masyarakat agar mengonsumsi makanan sesuai Pola Pangan Harapan (PPH), diharapkan kepada Tim Penggerak PKK kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa serta organisasi wanita untuk memasyarakatkan pentingnya konsumsi pangan B2SA dengan mengutamakan sumber daya pangan lokal khususnya ibu rumah tangga, dengan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan.

Kesempatan sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Majene Hamzah Djamaluddin mengatakan, peserta lomba fertival B2SA terdiri dari 40 orang yang tersebar di setiap kecamatan.”Setiap kecamatan diikuti sebanyak lima orang,” sebutnya..

Ia menjelaskan, lomba festival B2SA untuk mendorong penerapan konsumsi pangan sehat dan beragam dengan memanfaatkan pangan lokal.”Kita harapkan melahirkan kreativitas inovasi pangan lokal. Para ibu TP-PKK bisa memanfaatkan pangan pangan lokal, yang diolah dan bernilai komersial serta dapat dijual untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Sementara Ketua TP-PKK Majene Fatmawati Fahmi mengingatkan, kepada para juri lomba memberikan penilaian se objektif mungkin dan tidak ada unsur lain, sesuai dengan indikator yang termuat dalam petunjuk teknis (Juknis).

“Penilaianya harus sesuai juknis, karena setelah ini kita akan bertanding ke tingkat provinsi, sehingga harus dipersiapkan dengan matang,” tandanya. (hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *