Persakmi Polman Resmi Dilantik, Diharap Jadi Mitra Pemerintah Tangani Persoalan Kesehatan

  • Whatsapp
Persakmi Polman Resmi Dilantik, Diharap Jadi Mitra Pemerintah Tangani Persoalan Kesehatan

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Dewan pengurus pusat Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) melantik pengurus Persakmi Cabang Polman, pelantikan tersebut berlangsung di lantai dua ruang pola kantor Bupati Polman, Minggu 28 Juli.

Ketua Persakmi Pusat Prof. Ridwan Amiruddin melantik Andi Suaib Nawawi sebagai Ketua Persakmi Polman bersama pengurus lainnya yang disaksikan langsung Wakil Bupati Polman, H. M. Natsir Rahmat.

Bacaan Lainnya

Ketua Persakmi Polman Andi Suaib Nawawi mengatakan sebuah organisasi jika bersatu dan kokoh akan dengan mudah menjalankan visi dan misi, Kata dia, dengan terbentuknya Persakmi dapat mengatasi berbagai persoalan kesehatan di Polman.

“Terkhusus, persoalan sampah plastik semua ini memerlukan karya kita semua untuk berada digaris terdepan,” kata Suaib.

Suaib berharap adanya support dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati pada kegiatan Persakmi, khususnya pada acara seminar di hari kesehatan nasional tahun ini.

“Kita harusnya bisa berbuat sesuai tupoksi pada tempat kita masing masing,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua Persakmi Pusat, Prof. Ridwan Amiruddin mengungkapkan usia Persakmi baru berusia 10 tahun tetapi sudah berdiri di 32 Provinsi di Indonesia.

“Persakmi saat ini beranggota satu juta lebih di Indonesia, dengan anggota yang cukup besar itu diharap dapat berkontribusi nyata menangani persoalan kesehatan di indonesia,” ungkap Prof Ridwan.

Ia mengimbau pengurus Persakmi harus bisa memberi contoh dan menjadi teladan pola hidup sehat di lingkungan sekitarnya.

“Sangat tidak tepat orang SKM memberi contoh yang tidak tepat di masyarakat, apa contoh yang tidak tepat yaitu merokok,” ujar Prof Ridwan.

Prof Ridwan juga menyampaikan buat pengurus Persakmi Polman fokus pada penanganan masalah stunting (kondisi gagal pertumbuhan pada anak) karena Polman masuk pada daerah locus stunting.

“Kami mengharapkan kepada pengurus membentuk tim pengawasan dan monitoring locus yang tinggi stuntingnya, di dalam monitoring ini akan terindentifikasi faktor resikonya, penyebabnya kemudian bagaimana solusinya, untuk dapat membantu pemerintah mempercepat mengatasi persooalan stunting,” harapnya.

Meski demikian, Prof Ridwan mengapresiasi pengurus Persakmi Polman, hal itu lantaran pertama kalinya pengurus Persakmi diresmikan di Provinsi Sulbar.

“Bahkan diresmikan untuk tingkat provinsi masih menunggu, Polman ini pelopor luar biasa jadi salut buat teman-teman persakmi Polman,” terangnya.

Menurutnya, salah satu tugas pokok persakmi ialah menjadi mitra pemerintah menyelesaikan masalah kesehatan, Sebab itu, sambung Ridwan, seluruh sarjana kesehatan masyarakat (SKM) perlu mengembangkan potensinya membantu masalah kesehatan.

“Seperti tenaga kesehatan yang lain sarjana kedokteran ada pendidikan profesinya menjadi dokter, sarjana kebidanan kemudian menjadi bidan, juga di SKM akan dibuka pendidikan profesinya, jadi dia akan melanjutkan pendidikan setahun untuk mengambil profesinya, Setelah lulus mereka secara regulasi memenuhi syarat mengambil surat tanda registrasi (STR),” paparnya.

Sedangkan, Wakil Bupati Polman H. M.Natsir Rahmat mengapresiasi hadirnya Persakmi di Polman, Kedepan ia berharap persakmi menjadi organisasi yang dinamis.

“Harus secara terbuka memberikan ruang bagi kader yang amanah,” tandasnya. (ali/hab)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *