Peserta Pelatihan Perawatan Mesin Diharap Bentuk Kelompok

  • Whatsapp
Peserta Pelatihan Perawatan Mesin Diharap Bentuk Kelompok
FOTO BERSAMA. Wakil Bupati Majene Lukman Nurman foto bersama pada penutupan pelatihan perawatan mesin penggerak utama dari BP3 Bitung Sulawesi Utara, di Gedung pertemuan Tambak Ikan Percontohan Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur, Minggu 28 Juli 2019.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Wakil Bupati Majene Lukman Nurman menekankan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Majene, agar membentuk kelompok peserta pelatihan perawatan mesin yang dibina Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Bitung Sulawesi Utara.

“Sebanyak 31 orang peserta pelatihan ini, diharapkan membentuk kelompok, supaya dapat diusulkan untuk kelengkapan peralatan perbaikan mesin nelayan yang dibutuhkan,” ucap Lukman pada penutupan pelatihan perawatan mesin penggerak utama, di Gedung pertemuan Tambak Ikan Percontohan Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur, Minggu 28 Juli.

Bacaan Lainnya

Sekretaris DKP Majene Misbar Amrah menyatakan, sebanyak 31 orang peserta perawatan mesin, tersebar ditiga kecamatan, yakni Kecamatan Banggae, Banggae Timur dan Pamboang.”Peserta ini semuanya nelayan dan sudah memahami cara membongkar pasang mesin nelayan sesuai materi dari pihak BP3 Bitung,” ujarnya.

Para peserta lanjutnya, telah mendapatkan Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) atau Sertifikat dari BP3 Bitung setelah mengikuti pelatihan selama 6 hari, di Aula Kantor DKP Majene, dan diharapkan kegiatan pelatihan serupa dapat dirasakan semua nelayan di Majene.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta sudah memiliki kemampuan dan keterampilan teknis serta perawatan mesin kapal tangkap ikan di wilayahnya. Selain itu, peserta juga memiliki kompetensi dalam memahami sistem kerusakan mesin kapalnya, jika mengalami kemacetan mesin ditengah laut, maka langsung diperbaiki sendiri,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan nelayan dalam proses mencari ikan di laut tidak bisa lepas dari penggunaan mesin kapal, mulai dari pemberangkatan, penangkapan sampai kembali ke daratan.

“Nelayan bukan hanya diajari membongkar dan memasang, tapi juga bisa mengetahui cara mendeteksi kerusakan dan langkah perbaikan yang harus dilakukan,” bebernya.

Ia menambahkan, meskipun merupakan praktik perbaikan ringan mesin kapal, namun para nelayan diharapkan mampu mengetahui bagian mesin, cara pembongkaran, mengetahui indikasi kerusakan, cara perbaikan, cara perawatan dan cara pemasangan.

“Dengan pelatihan ini, jika terjadi kerusakan mesin saat nelayan dalam proses penangkapan ikan, nelayan sudah mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki mesin,” katanya. (hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *