Saber Pungli Sulbar Awasi Sektor Pendidikan

  • Whatsapp
Saber Pungli Sulbar Awasi Sektor Pendidikan
SAMBUTAN. Wakil Bupati Majene Lukman Nurman menyampaikan sambutan pada sosialisasi saber pungli bagi SMA, SMK, SLB dan SMP, di ruang pola Kantor bupati Majene, Jumat 5 Juli 2019.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Tim Sapu Bersih Pungutan Lliar (Saber Pungli) Sulbar memberi pemahaman bahwa pungli tidak dibenarkan dan ada sanksi hukum bagi yang memberi maupun bagi yang menerima.

Sosialisasi, tim saber pungli fokus pada SMA, SMK SLB dan SMP se-Majene, setelah melakukan sosialisasi dan pengawasan Dana Desa (DD) pada tingkat desa di wilayah Sulbar.

Bacaan Lainnya

“Target utama kita pada 2019 ini, adalah pengawasan anggaran sektor pendidikan, setelah melaksanakan sosialisasi pengawasan dana desa pada 2018 lalu,” sebut Suryadi Wakil Ketua Tim Saber Pungli Sulbar, di ruang pola Kantor Bupati Majene, Jumat 5 Juli.

Ia menjelaskan, terdapat edaran Kemendagri RI, bahwa target dalam waktu dekat ini, yakni mengawasi pada 8 area, diantaranya pimpinan, hibah bansos, kepegaiwan terkait mutasi pegawai dan kenaikan pangkat, sektor pendidikan, pelayanan publik , dana desa, pengadaan barang jasa dan kegiatan lain yang memiliki resiko penyimpangan.

“Makanya kita mengundang para Kepsek, mulai jenjang SD hingga SMA untuk menyosialisasikan target yang ditetapkan pemerintah pusat yang mempunyai resiko tinggi” paparnya.

Dikatakan, dalam PP 48 terkait pembinaan pendidikan, perlu mendapat perhatian pada pasal 51 ayat 2 terkait dana pendidikan.”Ada beberapa sumber pungutan bagi peserta didik dan wali murid. Dan ada 13 syarat di pasal, diantaranya menyebutkan pungutan bisa dilakukan ketika ada perdanya termasuk jumlahnya,” ujarnya.

Kemuadian Permedikbud nomor 76 tahun 2016 lanjut Suryadi, secara eksplisit di jelaskan, bahwa Komisi Sekolah tidak boleh menggalang ataupun menghimpun dana pendidikan baik melalui bantuan dan sumbangan.

“Melalui sosialisasi ini, para narasumber akan membahas terkait isu pungli. Tim Saber Pungli hanya fokus pada bidang pecegahannya saja, bukan penindakan,” ungkap.

Kesempatan sama, Wakil Bupati Majene Lukman selaku Pemkab Majene mengucapkan, terima kasih dengan kehadiran Satgas Saber Pungli di Majene.”Satgas Saber Pungli telah berhasil dan produktif. Tahun lalu, tim Saber Pungli berhasil mengamankan pelaku pungli di Dinas PUPR Majene, melalui OTT (Operasi Tangkap Tangan),” ungkapnya.

Diungkapkan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 87 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, Tim Saber Pungli merupakan salah satu bagian kebijakan pemerintah dalam melaksanakan reformasi di bidang hukum sebagai bentuk upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, jujur dan adil guna mewujudkan penegakan hukum.

“Sosialisasi ini dilaksanakan agar dapat memberikan kesadaran yang tinggi terhadap aparatur pemerintahan untuk selalu berlaku jujur dalam bekerja serta berpedoman pada aturan yang berlaku. Bagian terpenting kepada Kepsek dalam melaksanakan tugas agar tidak bermain-main dalam hal pungutan liar,” ingat Lukman.

Ketua panitia pelaksana sosialisasi Tim Saber Pungli Sulbar Bachtiar mengatakan, sebelum di Majene telah melaksanakan sosialisasi di dua kabupaten, yakni Kabupaten Mamuju Tengah dan Polman, dengan menghadirkan narasumber terdiri dari BIN dan Tenaga Ahli Pemprov Sulbar.

Hadir dalam sosialisasi, Wakapolres Majene Kompol Jamaluddin bersama jajarannya, para kepsek, sejumlah pimpinnan OPD jajaran Pemkab Majene, Irbid Polda Sulbar AKBP Zainal Bustar, Wadir Reskrimum Polda Sulbar AKBP Iskandar, Staf ahli Pemprov Sulbar Syahril Hamdani, para Ketua Komite SMA, SMK, SLB dan SMP se-Majene. (hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *