Transaksi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

  • Whatsapp
Transaksi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
KPw BI Sulbar menggelar sosialisasi Elektronifikasi Transaksi di Hotel Grand Maleo Mamuju, Kamis 11 Juli 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Sebagai salah satu bentuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Kantor Perwakilan Sulbar (KPw) Bank Indonesia (BI) menggelar sosialisasi elektronifikasi transaksi di lingkup Pemprov Sulbar yang berlangsung di Hotel Grand Maleo Mamuju, Kamis 11 Juli.

Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan elektronifikasi transaksi merupakan salah satu model percepatan perekonomian daerah, yang bertujuan agar pertumbuhan ekonomi didorong dengan cepat.

Bacaan Lainnya

“Bahkan lebih jauh dalam aspek mengefesiensikan waktu, daerah ini merupakan daerah baru yang butuh percepatan dan konsen pada pertumbuhan,” kata Idris.

Ia menambahkan terdapat beberapa penguatan dasar yang perlu menjadi perhatian. Yaitu, mengubah mindset government dalam Sumber Daya Manusia (SDM) yang bersifat eksternal.

“Ditambah memiliki kemampuan mendorong kemauan besar dan mampu diaplikasikan dengan cara government sendiri terutama dalam bidang pemerintahan,” tambahnya.

Idris juga menyampaikan dalam menciptakan pemerintahan yang sukses dibidang percepatan ekonomi dapat diawali dari model transaksi yang tidak lagi menggunakan mekanisme transfer atau tarik tunai tetapi perlu menggunakan kemajuan teknologi secara non tunai sebagaimana mengikuti perkembangan zaman modern saat ini.

“Kita harus mulai bagaimana mempercepat atau memasifkan cara berfikir transformatif di era digital saat ini. Dimana kita harus manfaatkan kalcer baru dipemerintahan sehingga sangat efesien,” ungkap Idris.

Perwakilan BI pusat Dedi Irianto mengungkapkan aktivitas ekonomi tidak lepas dari transaksi pembayaran tunai maupun non tunai. Terutama diera digitalisasi atau yang sering didengar Industri 4.0 yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber.

“Apalagi saat ini merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur, termasuk sistem cyber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan dan komputasi kognitif,” ucap Dedi.

Selain itu, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan pengembangan sistem pembayaran yang disebut GPN untuk memberikan arah kedepan tidak hanya bagi regulator, namun juga bagi industri, pelaku usaha dan masyarakat.

“GPN juga hadir untuk memberikan dukungan penuh kepada program-program pemerintah termasuk diantaranya penyaluran bantuan sosial non tunai, keuangan inklusif, dan implementasi elektronifikasi transaksi penerimaan,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *