Gelar Salat Ied di Lapangan Merdeka, PHBI: untuk Menjaga Kebersamaan Umat

  • Whatsapp
Gelar Salat Ied di Lapangan Merdeka, PHBI: untuk Menjaga Kebersamaan Umat

PASANGKAYU, SULBAR EXPRESS – Dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1440 H – 2019 M, Pemerintah daerah bersama ratusan masyarakat Pasangkayu menggelar salat Ied di Lapangan Merdeka Pasangkayu, Minggu 11 Agustus.

Salat Ied dihadiri Wakil Bupati Pasangkayu Muhammad Saal serta Forkopimda Pasangkayu, bertindak sebagai Imam Ustaz Kamiluddin dan Khotib Prof Juraid Abd Latief Guru Besar Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Muhammad Saal mengatakan, ketika menengok ke belakang, usia Kabupaten Pasangkayu ini sudah 16 tahun dan penduduknya di Kota Pasangkayu hanya berjumlah 6.000 jiwa dan sekarang penduduknya di sini (Kota Pasangkayu) kurang lebih 23.000 jiwa, dan Alhamdulillah pertumbuhan penduduk di daerah ini sangat pesat.

“Untuk itu, kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa daerah kita ini sangat diminati oleh masyarakat daerah lain, karena di sini potensinya sangat bagus, pertumbuhan ekonominya sangat bagus, dan untuk itu, pembangunan infrastruktur akan kita tingkatkan lagi untuk kedepannya. Mari kita membangun daerah kita ini secara bersama-sama dan untuk kedepannya, nanti masih banyak pembangunan yang kita rencanakan serta kami sangat berharap dukungan dari masyarakat Pasangkayu,” ajak Saal.

Khotib Prof Juraid Abd Latief menyampaikan, apapun kebesaran yang ada saat ini, semuanya kecil di hadapan Allah. Betapa perkasanya seorang ummat, masih lemah di hadapan Allah Yang Maha Kuasa, dan betapapun hebatnya kekuasaan dan pengaruhnya, tidak berdaya dalam genggaman Allah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

“Idul Adha dikenal dengan sebutan Hari Raya Haji, dimana kaum muslimin sedang menunaikan wukuf di Arafah, mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit yang disebut pakaian ihram yang melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup,” papar Juraid.

Ia menjelaskan, selain dinamakan Hari Raya Haji, Idul Adha juga dinamakan Idul Kurban, karena merupakan hari raya yang menekankan pada arti berkurban.

“Kurban itu sendiri artinya dekat dengan menyembelih hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla. Masalah pengorbanan pada lembar sejarah Islam kita diingatkan pada beberapa peristiwa yang menimpa Nabi Ibrahim Alaihi Salam (AS) beserta keluarganya yakni Ismail AS dan Siti Hajar,” jelas Juraid.

Menurutnya, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah Azza Wa Jalla untuk menempatkan istrinya bernama Siti Hajar bersama putranya Ismail di suatu lembah yang tandus, gersang, sunyi, sepi tidak ada penghuni, serta tidak tumbuh sebatang pohon pun.

Nabi Ibrahim sendiri tidak mengetahui apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang memerintahkan kepada dirinya untuk menempatkan istri dan putranya yang masih bayi tersebut di suatu tempat yang paling asing sebelah utara sekitar 1.600 km dari negara sendiri yaitu Palestina.

“Namun Nabi Ibrahim maupun Siti Hajar menerima perintah tersebut dengan ikhlas dan penuh tawakal. Hikmah yang dapat kita ambil dari ibadah salat Idul Adha adalah bahwa hakekat manusia adalah sama, yang membedakan adalah tingkat ketakwaannya. Bagi yang menunaikan ibadah haji pada waktu wukuf di Arafah, bermakna bahwa kelak manusia akan dikumpulkan di padang Mahsyar untuk dimintai pertanggungjawaban. Kita banyak berharap, berusaha, dan berdoa semoga para pemimpin dan elit kita agar dalam berjuang tidak hanya mementingkan pribadi dan kelompoknya saja, namun juga berjuang untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakat, bangsa dan negara,” tutur Juraid.

Untuk diketehui, Ibadah salat Idul Adha khususnya di wilayah Kota Pasangkayu dipusatkan di Lapangan Merdeka Pasangkayu, hal tersebut merupakan imbauan dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pasangkayu dengan alasan untuk kebersamaan.

Sebenarnya PHBI Pasangkayu memiliki 2 alternatif tempat salat Ied apabila terjadi hujan, yakni di Masjid Madaniah dan Masjid Nurul Huda Pasangkayu. Namun karena cuaca cerah, maka salat Ied tetap dilaksanakan di Lapangan Merdeka Pasangkayu. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *