Kerjasama Perikanan dengan Investor, Pemprov Sulbar Siapkan Tiga Titik

  • Whatsapp
Kerjasama Perikanan dengan Investor, Pemprov Sulbar Siapkan Tiga Titik
FOTO BERSAMA. Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar foto bersama investor dari PT Jababeka Cikarang serta Sekprov Sulbar dan serta seluruh kepala OPD lingkup Pemprov, Selasa malam 20 Agustus 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pemprov Sulbar kembali melakukan pertemuan yang ketiga kalinya bersama dengan investor dari PT Jababeka Cikarang.

Pertemuan tersebut berlangsung di rumah jabatan Gubernur Sulbar dengan dihadiri sejumlah pimpinanan jajaran pemprov.

Bacaan Lainnya

Pendiri PT Jababeka, Hadi Raharja mengatakan peluang kerjasama dengan pemprov sangat terbuka lebar dengan melihat kondisi Sulbar yang memiliki potensi besar.

“Kami melihat Sulbar ini hanya satu kabupaten yang tidak memiliki pantai, jadi kita ingin memulai dari pengembangan perikanan,” kata Hadi, Selasa malam 20 Agustus.

Ia menambahkan dalam membangun kawasan industri perikanan pihaknya membutuhkan lahan sekitar 20 hektare untuk tahap awal.

“Kita akan membangun pabrik es, POM bensin untuk kapal-kapal ikan serta Unit Pengolahan Ikan (UPI). Sehingga kita membutuhkan tanah yang dekat laut artinya di daerah pesisir,” tambahnya.

Sedangkan, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengungkapkan pertemuan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Sehingga pihaknya akan membahasnya lebih serius lagi.

“Kita semakin dapat kepastian pada pertemuan ini. Insyaallah apa yang dibutuhkan untuk pengembangan investasi di sini akan kita sediakan,” ucap Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan sarana dan prasarana akan disediakan oleh pemprov untuk memenuhi investasi yang akan dibutuhkan Sulbar dalam bidang perikanan.

“Dengan adanya industri ini maka harga ikan nelayan akan dibeli sesuai pasaran internasional,” ungkap Gubernur.

Selain itu, lanjut Gubernur, untuk pembangunannya pihaknya akan menunjukkan tiga tempat yakni Majene, Mateng, dan Balabalakang (Mamuju).

“Jadi di Majene akan mengcover Polman, kemudian di Mateng akan mengcover Pasangkayu. Sedangkan Balabalakang akan mengcover beberapa pulau sehingga hasil ikan nelayan tidak dijual luar daerah,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *