Siswa Papua Aman di Sulbar, Enny: Jangan Mudah Terpancing Isu

  • Whatsapp
Siswa Papua Aman di Sulbar, Enny: Jangan Mudah Terpancing Isu
PROGRAM SMN. Puluhan pelajar asal Papua foto bersama warga Mamuju saat melakukan kunjungan di Pantai Lombang-lombang, Mamuju, Selasa 20 Agustus 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Sebanyak 23 pelajar asal Sulbar yang ikut Siswa Mengenal Nusantara (SMN) di Manokwari tiba di Mamuju dengan selamat, Selasa 20 Agustus.

Siswa-siswi terbaik Sulawesi Barat itu, disambut langsung Wakil Gubernur Sulbar Enny Angraeny Anwar di pintu kedatangan VIP Bandar Tampa Padang, Kecamatan Kalukku, Mamuju.

Bacaan Lainnya

Seharusnya, 23 pejalar Sulbar tesebut akan berada di Manokwari hingga 23 Agustus mendatang, untuk belajar tentang budaya masyarakat di sana.

Namun, Pemprov Sulbar dan pelaksana program SMN memutuskan memulangkan lebih awal pasca insiden kerusuhan yang berujung pembakaran gedung DPRD Papua Barat di Manokwari yang jaraknya dekat dengan tempat nginap para pelajar dari Sulbar.

“Alhamdulillah anak-anak kita dari Manokwari tiba dengan selamat di Mamuju. Begitu juga anak-anak Manokwari di Sulbar semua aman-aman saja,” kata Enny.

Ia berharap masyarakat Sulawesi Barat tidak terpengaruh isu dari luar karena sejauh ini Sulawesi Barat aman-aman saja.

“Anak-anak kita ini pulang tidak sesuai jadwal. Mestinya tanggal 23 Agustus. Tapi untuk keamanan mereka yah kita pulangkan lebih awal. Karena tempat tinggal mereka di sana pas berseberangan jalan dengan gedung DPRD di sana,” tambahnya.

Enny juga menyampaikan siswa dari Sulbar keluar dari hotel Pukul 03.00 WIT di Manokwari dengan pengamanan aparat keamanan dan warga Papua itu. Kemudian sekitara 10 menit melalui jalur laut hingga tiba di Bandara kemudian terbang ke Makassar.

“Jadi orang Papua juga yang mengamankan mereka. Karena tidak semua warga Papua terlibat kerusuhan,” ungkap Enny.

Sementara, sebanyak 20 pelajar asal Manokwari Papua Barat, refreshing ke pantai Lombang-lombang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Sebanyak 20 pelajar bersama dua pendamping, berada di Sulawesi Barat sejak 14 Agustus lalu dalam rangka program pertukaran pelajar Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang diprogramkan BUMN.

Salah satu pelajar asal Manokwari Monica mengungkapkan senang dengan suasana alam Mamuju dan masyarakat yang begitu ramah kepadanya.

“Mamuju ini sangat indah, orang-orang di sini juga sangat ramah dan kami di sini mendapatkan fasilitas yang sangat bagus. Mulai dari jalan-jalan kota Mamuju, ke tempat pusat oleh-oleh dan berbagai kegiatan yang lain. Pokoknya Mamuju is beutiful view,” ucap Monica.

Monica juga sempat berkelakar dalam bahasa Mamuju yang ia pelajari selama satu minggu di daerah berjuluk Bumi Manakarra ini.

“Melo’ka di Mamuju, ampele jadi artiska (saya mau di Mamuju kalau jadi artis) terima kasih,” ungkapnya sambil tertawa riang.

Ia menambahkan selama di Mamuju mereka juga mendapat kesempatan melihat bagaimana rumah tangga atau keluarga di Kabupaten Mamuju, juga belajar bagaimana makanan khas Mamuju.

“Kami bermalam di rumah warga, dan kami dibantu oleh orang tua angkat kami belajar membuat makanan tradisional jepa dari kelapa dan sagu dan juga membuat kue tetu,” tambahnya.

Selain itu, mereka juga berkesempatan mengunjungi Pulau Karampuang dan menyaksikan festival Sandeq Race yang digelar hanya sekali dalam satu tahun di Sulbar.

“Yah kami merasa sangat senang di Mamuju, dan berniat kembali lagi jika ada kesempatan. Pengen, pengen sekali,” bebernya.

Rencananya, besok siang, Rabu 21 Agustus mereka akan bertolak kembali ke Manokwari Papua Barat, setelah mengikuti rangkaian program SMN 2019.

Sedangkan, Kesbangpol Sulbar Rahmat Sanusi menuturkan pihaknya tidak ingin seperti daerah lain hingga terjadi gejolak konflik. Sehingga pihaknya bersama Polda dan HMI Manakarra mendatangi siswa-siswi Papua yang berada di Lombang-lombang mengikuti berbagai kegiatan.

“Kita pastikan dan jamin anak-anak kita dari Papua, karena kita orang Sulbar sebagai orang Malaqbi untuk melakukan itu,” ujar Rahmat.

Sementara, Ketua HMI Cabang Manakarra Sopliadi menuturkan sebagai himpunan lembaga kemahasiswaan sudah sepantasnya pihaknya memberikan rasa nyaman kepada para pelajar dari luar yang datang ke Sulbar.

“Kami akan selalu mengawal adik-adik selama berada di Sulbar agar aman dan bisa kembali ke kampungnya dengan membawa ilmu bermanfaat,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *