Veteran Kecewa tak Diundang, Hamzih: Ada Kesalahpahaman dan Kami Minta Maaf

  • Whatsapp
Veteran Kecewa tak Diundang, Hamzih: Ada Kesalahpahaman dan Kami Minta Maaf
Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI lingkup Pemprov Sulbar Muhammad Hamzih melakukan silaturahmi dengan sejumlah veteran di rumah Ketua Veteran Mamuju, Arifuddin, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Mantan prajurit kemerdekaan di Sulbar merasa telah dilupakan. Mereka kecewa karena tidak diundang pada peringatan detik-detik proklamasi, 17 Agustus.

Mereka tidak diundang oleh Pemprov Sulbar maupun Pemkab Mamuju. Termasuk pada saat malam renungan yang diadakan di Taman Makam Pahlawan.

Bacaan Lainnya

Karena tidak mendapat undangan, sejumlah vetran ini memilih berkumpul di rumah Ketua Veteran Mamuju, Arifuddin, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro.

Rumah Arufuddin sekaligus sekretariat mereka. Beberapa diantaranya datang dari Kecamatan Kalukku dan Tapalang dengan pakaian lengkap karena mengira ada undangan.

Raut wajah kekecewaan sangat tampak dari mereka lantaran setiap tahunya selalu mendapatkan undangan. Namun tahun ini tidak lagi tanpa alasan yang jelas.

Ketua Vetran Mamuju Arifuddin mengatakan sebagian dari mereka datang dari Kalukku dan Tapalang sudah menggunakan pakaian kebesaran mereka karena tidak mengetahui jika tidak ada undangan peringatan detik-detik proklamasi tahun ini.

“Baru tahun ini kami tidak mendapatkan undangan, biasanya tiga hari sebelum 17 Agustus saya telah mendapatkan undangan. Kemudian saya sebebar ke teman-teman,” kata Arifuddin yang memiliki jabatan terakhir sebagai kapten.

Sedangkan, Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI Pemprov Sulbar Muhammad Hamzih mengungkapkan panitia telah berusaha keras dan telah menyampaikan kepada panitia lainnya bahwa kehadiran tokoh-tokoh pejuang (veteren) adalah hal mutlak dan sebuah kewajiban. Oleh karena itu tidak ada kata lain kecuali panitia harus bertanggung jawab atas ketidakhadiran veteran itu.

“Ketidakhadiran tokoh-tokoh pejuang pada acara peringatan detik-detik proklamsi kemerdekaan merupakan kekeliruan kami dan kesalahan kami dan saya selaku ketua panitia bertanggung jawab atas kesalahan ini,” ucap Hamzih.

Ia menambahkan telah terjadi kesalahpahaman antara panitia dengan para tokoh pejuang. Undangn kepada mereka sejak awal sudah disampaikan pada saat acara penyerahan penghargaan kepada para veteran yang digelar dua hari lalu, di kantor Gubernur, Kamis 15 Agustus.

“Tetap diundang, mereka mungkin fokusnya pada penerimaan penghargaan, include di situ undangannya. Juga disampaikan di situ untuk hadir pada hari H (Upacara 17 Agustus). Jadi kesalahpahaman saja, tetapi kalau itu sebuah kesalahan, maka itu kesalahan kami selaku panitia,” ungkap Hamzih.

Hamzih juga menyampaikan dengan menemui langsung pihaknya bersilaturahmi dan meminta maaf secara langsung.

“Lewat kesempatan ini saya mewakili panitia menyampaikan permohonan maaf dan berharap semoga tahun-tahun yang akan datang semuannya bisa berjalan sesuai harapan,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *