300 Ribu Hektare Lahan Terdegradasi

  • Whatsapp
300 Ribu Hektare Lahan Terdegradasi
Sekprov Sulbar menghadiri pembukaan rapat koordinasi perencanaan pembangunan kehutanan tahun 2019, Selasa 3 September.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Lahan di Provinsi Sulawesi Barat sudah banyak mengalami degradasi, yakni mencapai 300 ribu hektare, dari kondisi eksisting kawasan hutan seluas 1, 069 juta hektare, kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar Fakhruddin.

“Sedangkan utupan lahan yang masih bagus seluas 800 ribu hektare,” kata Fakhruddin, pada rapat koordinasi perencanaan pembangunan kehutanan tahun 2020, yang berlangsung Grand Maleo Hotel and Convention Mamuju, Selasa.

Bacaan Lainnya

Banyaknya lahan yang sudah terdegradasi tersebut lanjut Fakhruddin, disebabkan berbagai faktor, seperti potensi tambang dan budaya masyarakat itu sendiri.

“Lahan itu terdegradasi oleh tambang seperti yang ada di Kalumpang, sedangkan faktor prilaku atau budaya masyarakat, yakni adanya ladang berpindah,” kata Fakhruddin.

Ia menyatakan, untuk melakukan rehabilitasi terhadap lahan yang telah terdegradasi, Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar akan merangkul berbagai pihak, seperti generasi muda, pramuka dan pecinta alam, agar aktif bersama dengan berbagai sumber pendanaan, baik APBD, APBN, swadaya masyarakat, CSR dan lainnya.

“Hutan yang bagus akan dijaga tutupan lahannya, sedangkan lahan yang terdegradasi akan dilakukan rehabilitasi, supaya penutupan lahannya pulih seperti semula,” kata Fakhruddin.

Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Muhammad Idris mengatakan, dalam rangka pengelolaan hutan yang baik, diperlukan perencanaan yang matang yang melibatkan instansi dan para pihak yang terkait, baik melalui forum SKPD maupun forum musrembang di daerah, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi lainnya di tingkat regional dan pusat.

“Diharapkan setiap tahapan proses penyusunan dokumen perencanaan, dapat dimusyawarahkan melalui koordinasi antarinstansi serta partisipasi para pihak pelaku pembangunan. Hal ini sangat penting, mengingat dokumen inilah yang akan menjadi dasar dalam pelaksanaan pembangunan kehutanan pada tahun berikutnya,” kata Idris.

Menurut Sekprov, dalam pengelolaan sektor kehutanan, dibutuhkan berbagai upaya, misalnya pemanfaatan kebijakan satu peta melalui penggunaan teknologi agar memudahkan pengawasan terhadap area hutan.

“Dengan kebijakan itu dapat memudahkan melakukan kontrol terhadap area hutan, di mana dari ketinggian tertentu kita bisa memonitoring bagaimana kondisi hutan di daerah, kecamatan dan desa tertentu. Bahkan dengan kebijakan itu, kita bisa secara live melihat jangan-jangan ada penebangan pohon di hutan,” terang Idris.

Untuk itu melalui kesempatan tersebut ia meminta Dinas Kehutanan Sulbar dan pihak terkait lainnya mendemonstrasikan kebijakan tersebut di Sulbar.

“Saya titipkan, kebijakan ini dapat didemonstrasikan di Sulbar. Kalau bisa daerah ini masuk level yang mendahului, bahkan unggul dalam hal tersebut di regional. Komitmen saya, Provinsi Sulbar harus yang terbaik dalam pemanfaatan kebijakan satu peta ini di sektor kehutanan,” harap Idris.

Sekprov juga menitipkan beberapa hal kepada jajaran kehutanan, diantaranya agar memasukkan program dan kegiatan yang terkait langsung dengan rehabilitasi hulu Daerah Aliran Sungai (DAS), pengembangan hasil hutan bukan kayu dan aneka usaha kehutanan, perlindungan dan pengamanan hutan, serta percepatan operasional KPH agar bisa mandiri.

Terkait pelaksanaan rakor, Idris berharap sumbangan pikiran dan tenaga seluruh peserta dalam forum itu, dapat bermanfaat dan mampu menghasilkan sinergitas perencanaan yang baik, demi kemajuan pembangunan di Sulbar.

Di sela-sela pembukaan rakor tersebut, dilakukan penyerahan bantuan kendaraan operasional pengamanan hutan secara simbolis berupa motor trail oleh Sekprov Sulbar Muhammad Idris kepada Kepala Kelompok Pengelola Hutan (KPH) Malunda Azis yang disaksikan Kepala Dinas Kehutanan Sulbar Fakhruddin.

Kendaraan operasional tersebut sebanyak 10 unit yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk diberikan kepada KPH yang ada di Sulbar. (ant/hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *