ULP : Pengusaha Lokal Belum Mampu Bersaing

  • Whatsapp
ULP : Pengusaha Lokal Belum Mampu Bersaing
Kasubag Barang Basa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sulbar M Yamin Saleh

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sulbar menyebut kritikan perusahaan lokal yang tidak diberdayakan Pemprov sebagai masukan, namun pihaknya tidak mampu berbuat banyak karena persaingan semakin terbuka.

Hal tersebut, disampaikan Kasubag Barang Basa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sulbar M Yamin Saleh mengatakan pengusaha lokal harus bersaing secara nasional karena sistem tender yang terbuka, sehingga untuk bisa bersaing, perusahaan lokal harus meningkatan spesifikasi perusahaannya.

“Penentuan pemenang tender bukan hanya nilai penawaran tetapi spesifikasi perusahaannya. Jadi tidak ada maksud diskriminasi, tetapi betul-betul membuka lelang secara luas kepada masyarakat. Siapa yang mampu memenangkan kompetisi tender itulah pemenangnya,” kata Yamin, Jumat 13 September.

Ia menambahkan penyedia skala lokal butuh meningkatkan kualifikasi perusahaan untuk bisa bersaing, Karena kalau tidak dilakukan akan semakin tertinggal.

“Pak gubernur sebenarnya berulangkali sampaikan berdayakan pengusaha lokal, tetapi kembali lagi kita bekerja dengan aturan,” tambahnya.

Yamin juga menyampaikan untuk perusahaan lokal di Sulbar diharapkan lebih proaktif agar bisa terverifikasi dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP). Aplikasi itu untuk merupakan aplikasi subsistem dari SPSE yang digunakan untuk mengelola data mengenai riwayat kinerja dan data kualifikasi penyedia.

“Perusahaan lokal lambat merespons SIKaP akan susah bersaing. Masih sangat terbatas perusahaan lokal di Sikap. Perusahaan nasional sudah masuk semua,” ungkap Yamin.

Sementara itu, lanjut Yamin dengan sistem tersebut diharapkan diperhatikan oelh pengusaha lokal agar bisa bersaing secara nasional, pihaknya akan tetap mengupayakan agar pemprov nantinya agar bisa melakukan pembinaan terhadap penyedia/kontraktor lokal.

“Mau tidak mau pemprov harus mengintervensi langsung kemampuan pengusaha lokal, pada umumnya yang menentukan pemenang kuncinya ada di penawaran, kemudian kelengkapan administrasi. Kalau pengusaha lokal sudah memenuhi itu pasti akan berkompetisi,” terangnya.

Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sulbar Rombu Rasyid membantah perusahaan lokal tidak mampu bersaing. Perushaan lokal sangat siap bersaing. Hanya saja, dibutuhkan komitmen dari Pemprov apakah ingin memberdayakan pengusaha lokal atau tidak.

“Kalau semua tergantung mereka, mau jatuhkan perusahaan atau tidak. Sisa mereka cari kelemahannya begitupun sebaliknya,” ujar Rombu.

Selain itu, semua asosiasi lokal mengeluhkan tidak ada pemberdayaan dari pemerintah bahkan terkesan diskriminasi. Sehingga pihaknya meminta perusahaan lokal diprioritaskan karena Pokja sifatnya Independen.

“Kami anggap kepemimpinan sekarang tidak ada terobosan dalam bidang pembangunan. Apa yang pernah disampaikan Ali Baal Masdar bahwa ingin memberdayakan pengusaha lokal hanya manis di bibir saja,” tandasnya.(hab)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *