Aras Pimpin Golkar Sulbar, Ditantang Kembalikan Kejayaan Beringin

  • Whatsapp
Aras Pimpin Golkar Sulbar, Ditantang Kembalikan Kejayaan Beringin
Ketua DPP Golkar Bidang Industri, Erwin Aksa membuka Musda III Golkar Sulbar di Hotel Grand Maleo Mamuju, Sabtu malam 18 Juli 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni terpilih secara aklamasi untuk memimpin Partai Golkar Sulbar.

Aras melenggang sebagai nakhoda partai berlambang beringin ini hampir tanpa hambatan, berbekal diskresi dari DPP Golkar. Apalagi, bakal calon pesaingnya yang disebut-sebut akan maju pada Musda III Golkar Sulbar, Andi Ibrahim Masdar (AIM) tidak mengembalikan formulir pendaftaran.

Bacaan Lainnya

Padahal tim bupati dua periode itu telah mengambil formulir calon ketua, namun tak kunjung dikembalikan. Sehingga dengan demikian Golkar lepas dari tangannya. Meski demikian, AIM tampak akrab dengan Aras di arena Musda.

AIM mengatakan memang sengaja tidak ingin bertarung karena lebih mementingkan suasana kekeluargaan dalam Musda III Golkar. Bahkan dia menolak disebut mengutus timnya datang mengambil formulir.

“Ambil formulir, orang lain kali yang pergi ambil formulir atas nama Andi Ibrahim Masdar supaya panas ini Musda. Saya tidak maju, saya mau lihat Golkar besar, maju nantinya dan harus ditata dari sekarang. Kalau sekarang ribut bagaimana mau menata kedepan. Siapa yang lebih mau, lebih mampu silakan, saya akan bantu. Pak Aras itu kakak saya, sepupu saya. Jadi saya mendahulukan kekeluargaan, pertemanan dibanding jabatan,” kata Ibrahim.

Ia menambahkan dirinya memutuskan tidak maju meski mendapat lima tandangan dukungan dari enam DPD II Golkar di Sulbar. Alasannya, dia khawatir kesibukannya sebagai bupati bisa mengganggu kerja-kerja partai.

“Kita mesti lihat kemampuan kita dulu. Sebagai bupati kita sibuk, memimpin partai lagi apa tidak sibuk. Apalagi sekarang musim covid-19, banyak yang harus kita lakukan. Saya datang ke sini diundang sebagai bupati,” tambahnya.

Sedangkan, Ketua terpilih Aras Tammauni mengungkapkan akan membawa gerbongnya terutama klannya yang saat ini menyebar di sejumlah partai. Komitemen itu disebut kesepakatan dengan DPP Golkar saat berusaha mendapatkan diskresi. Namun masih butuh proses waktu mewujudkan komitmen itu.

“Oh itu soal belakangan (soal keluarganya akan ikut ke Golkar, red). Saya minta semua DPD siapa yang kita inginkan untuk membangun Sulbar itu yang kita pakai,” ucap Aras.

Sebelumnya, Ketua DPD II Golkar Mamasa, Sudirman juga membenarkan soal komitmen itu. Aras disebut berjanji akan membawa keluarganya, terutama empat anaknya yang saat ini berada di partai lain. Yakni Arwan Aras (Anggota DPR RI Fraksi PDIP), Amalia Fitri Aras (Anggota DPRD Sulbar Fraksi Demokrat), Arsal Aras (Ketua Demokrat dan DPRD Mateng), dan Nirmalasari Aras (Anggota DPRD Fraksi Demokrat Mateng).

“Waktu rapat dengan DPP banyak pertanyaan yang tidak bisa dihindari. Termasuk anaknya, saudaranya, dan kerabatnya yang menyebar di partai lain. Setelah kita konfirmasi ke Uwe Aras, dia menggaransi semua keluarganya siap bergabung ke beringin di kemudian hari,” jelasnya.

Sedangkan, DPP Golkar memberikan target menangkan Golkar di pemilu 2024 untuk daerah Sulbar.

DPP Golkar juga memberi sejumlah target ke Aras Tammauni setelah terpilih sebagai ketua Golkar. Diantaranya memenangkan seluruh usungan Golkar pada empat daerah yang menyelenggarakan pilkada 2020 dan memenangkan Golkar pada pemilu 2024 mendatang.

Ketua DPP Golkar Bidang Industri, Erwin Aksa yang membuka Musda menuturkan kejayaan Golkar di Sulbar harus dikembalikan oleh Aras.

“Kita berharap bisa menjadi pemenang di pemilu 2024. Konsolidasi partai penting dilakukan. Ketua umum kita berharap kekompakan kader. Ketua terpilih harus membuat Golkar lebih maju. Bisa memenangkan pilkada 2020,” ujar Erwin.

Sementara, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menyambut baik pelaksanaan Musda III Partai Golkar Sulbar. Ia menyebutkan hal itu sebagai forum evaluasi kinerja partai dalam kurun waktu periode terakhir.

Secara internal evaluasi diperlukan untuk memantapkan konsolidasi organisasi. Sedangkan secara eksternal, evaluasi diperlukan untuk memantapkan posisi organisasi sebagai partai politik menjadi terdepan dalam membangun tradisi demokrasi yang bermartabat.

“Dengan evaluasi yang dilakukan secara obyektif dan konstruktif akan diketahui kekurangan dan kelemahan. Begitupun kekuatan dan kelebihan dalam merespon dinamika yang berkembang dalam masyarakat,” tutur Gubernur.

Ia menambahkan Musda juga merupakan media untuk meningkatkan silaturahmi sesama kader dan sebagai forum untuk menguatkan semangat dan kedewasaan berdemokrasi dalam organisasi.

“Perbedaan pendapat merupakan keniscayaan dalam organisasi modern yang harus dimaknai sebagai perekat kebersamaan. Ibarat suplemen yang dibutuhkan untuk ketangguhan menghadapi berbagai tantangan,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *