Kembali Terapkan WFH, Kantor Gubernur Mulai Disterilkan

  • Whatsapp
Kembali Terapkan WFH, Kantor Gubernur Mulai Disterilkan
Foto kantor Gubernur Sulbar tampak dari depan.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pemprov Sulbar kembali menerapkan work from home (WFH) atau bakerja dari rumah setelah ada pegawainya yang terpapar hingga meninggal dunia.

Kebijakan tersebut mulai diberlakukan mulai hari Senin 13 Juli melalui Surat Edaran Gubernur nomor 20 tahun 2020 yang berlaku semua pegawai lingkup Pemprov Sulbar.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan surat edaran itu dikeluarkan sebagai dasar Pemprov untuk mengatur sistem dan pelaksanaan jam kerja aparatur sipil negara dalam rangka pelayanan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Ini juga bertujuan untuk memastikan jalannya pelayanan kepada masyarakat dengan baik dimasa pandemi Covid-19,” kata Gubernur.

Sedangkan, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Sulbar Safaruddin Sanusi DM mengungkapkan dengan adanya beberapa instansi yang terpapar Covid-19, sehingga pemprov kembali menerapkan WFH.

“Kalau ini tidak dibatasi akan semakin banyak yang terpapar, sehingga Gubernur selaku ketua Tim Gugus Tugas kembali berlakukan WFH kepada seluruh pegawai lingkup Pemprov,” ucap Safaruddin, Senin 13 Juli.

Ia menambahkan pihaknya sudah melakukan beberapa langkah dalam menghentikan penyebaran corona diantaranya melakukan rapid test kepada pegawai yang satu kantor dengan pasien yang terpapar Covid-19.

“Ada beberapa yang reaktif rapidnya dan itu akan dilanjutkan dengan swab. Melihat perkembangan itu satu pekan WFH ini adalah wujud dari kepedulian pemerintah karena apabila ini tidak dilakukan maka akan berdampak ke masyarakat juga. Inilah yang kita hindari semua,” tambahnya.

Safaruddin juga menyampaikan kantor-kantor yang ada di lingkup Pemprov Sulbar akan disterilkan dahulu untuk menghentikan penyebaran virus corona.

“Kantor-kantor akan disemprot dulu, setelah steril maka akan ditinjau kembali surat edaran yang sudah dikeluarkan,” ungkap Safaruddin.

Sementara itu, lanjut Safaruddin, dari hasil lab pemeriksaan melalui TCM RS Polman tanggal 12 Juli yakni ada satu orang penambahan kasus positif dari Polman.

“Kasus 143 Perempuan, inisial Nn. RDA (17 tahun) adalah beralamat di Kelurahan Darma Kabupaten Polewali Mandar. Dia tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar kota atau daerah terjangkit dan tidak memiliki kontak dengan kasus terkonfirmasi. Rapid test pasien menunjukkan reaktif yang dilanjutkan dengan pemeriksaan swab dan hasilnya positif. Saat ini pasien dirawat di RSUD Polewali mandar,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *