Portal ATS Bisa Ubah Kualitas SDM

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar memasang lencana kepada seluruh unsur Forkopimda dan perwakilan pemerintah kabupaten sebagai dukungan terhadap Portas ATS, Senin 31 Agustus 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak, pendidikan adalah hak dasar anak yang dilindungi dan didukung oleh undang-undang.

Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, melaunching Program Tangani Total Anak Tidak Sekolah (Portal ATS) sebagai upaya keseriusan mengangkat kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bacaan Lainnya

Hal itu dilakukan melihat angka anak putus sekolah di Sulbar yang cukup tinggi, termasuk angka stunting serta angka pernikahan anak.

Program tersebut, mendapat respon dan dukungan yang positif dari Kementrian Pendidikan, serta Kementrian Desa dan Perwakilan Unicef di Indonesia yang disaksikan secara langsung melalui virtual.

Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, mengatakan program tersebut merupakan upaya kongkret dalam rangka mewujudkan Sulawesi Barat, yang maju dan Malaqbi’.

Selain itu Gubernur menekankan, untuk mendukung program tersebut diperlukan data akurat mengenai kondisi pendidikan anak dengan melakukan pendataan di setiap desa atau kelurahan dengan menerapkan Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM).

“Dengan memastikan semua anak warga Sulawesi Barat yang berusia sekolah dapat menikmati layanan pendidikan yang layak dan tanpa halangan,” kata Ali Baal Masdar saat memberikan sambutan di aula Kantor Gubernur, Senin 31 Agustus.

Hal tersebut, lanjutnya, selaras dengan misi Gubernur Sulbar dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkepribadian dan berbudaya.

“Misi ini terlaksana jika kita semua yang hadir dan semua stakeholder memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Ia menambahkan program tersebut sebelumnya pernah dilaksanakan Gubernur Sulbar ketika menjabat sebagai Buapti di Polewali Mandar, dimana program tersebut dikenal dengan pengembalian anak ke sekolah.

“Kita berhasil menjaring 2 ribu anak usia SD, SMP, dan SMA yang tidak bersekolah atau putus sekolah karena berbagai faktor, bisa kembali bersekolah,” bebernya.

Sehingga ia berpesan kepada seluruh OPD, terkait tingkat provinsi Sulbar khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas PMD, Bappeda dan Balitbangdaagar saling mendukung dalam melaksanakan program Portal ATS.

Sementara itu, melalui video conference (vidcon), Direktur Pendidikan dan Agama Kementerian  PPN/Bappenas RI, Amich Alhumami, menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Pempov Sulbar atas dilaunchingnya Portal ATS.

Menurutnya, hal itu sebagai ikhtiar yang sangat baik di dalam menanggulangi masalah kesenjangan sosial terkait upaya peningkatan pelayanan pendidikan anak usia sekolah untuk usia 7-18 tahun.

Amich menyatakan, dengan upaya tersebut Sulbar dapat dijadikan sebagai proyek percontohan bagi daerah lain dalam penanganan permasalah ATS.

Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris DP mengungkapkan bahwa ini adalah amanah yang sudah lama tetapi menjadi sangat signifikan di Sulbar berdasarkan angka yang ada.

“Program ini mengecas kembali kepedulian provinsi terhadap kualitas pendidikan di Sulbar,” ucapnya.

Ia menambahkan meski sebelumnya program tersebut telah berjalan namun dibeberapa daerah ada yang berhenti di tengah jalan. Sehingga ia memastikan untuk program tersebut bisa maksimal dengan dukungan dan kerja sama seluruh pihak.

“Momok paling menakutkan dalam sebuah program itu adalah sustainibility, kemudian apa masalahnya, siapa yang bermasalah, yang kedua sumberdayanya, orang yang diberi kepercayaan ogah-ogahan, ketiga adalah uang,” bebernya.

Sehingga ia menegaskan dengan adanya program tersebut, tidak boleh ada anak tidak bersekolah dengan alasan apapun.

Tidak hanya itu, program tersebut menggandeng Dinas PMD Provinsi Sulawesi Barat, untuk lebih memaksimalkan gerakan anak tidak sekolah untuk kembali ke sekolah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulbar, M Jaun menuturkan pihaknya telah memastikan seluruh desa di Sulawesi Barat untuk bergerak mengentaskan masalah anak tidak sekolah.

“Sejak diluncurkannya, khusus untuk dukungan terhadap anak putus sekolah kita sudah anggarkan di Desa Marasa,” ucapnya.

Ia berharap dukungan seluruh stekholder untuk mendukung program tersebut sehingga tidak ada lagi anak tidak sekolah.

Jika pemerintah Sulbar dapat menekan angka anak tidak sekolah maka akan berdampak pada angka stunting dan pernikahan usia dini.

Berdasarkan data SUSENAS 2018 tantangan pembangunan SDM di Sulbar dimana angka anak tidak sekolah mencapai 10,25 persen dengan jumlah 32. 649, angka stunting 41,8 persen, buta aksara 6,41 persen, serta pernikahan usia anak 19,1.

Diketahui program Portal ATS merupakan program pembangunan bidang pendidikan yang diselenggarakan untuk memastikan tercapainya wajib belajar 12 tahun di Sulbar.

Dipenghujung acara, Gubernur Sulbar menyematkan PIN Portal-ATS kepada Unsur Forkopimda, Perwakilan Pemkab se-Sulbar, Ketua APDESI provinsi dan kabupaten se-Sulbar, Perwakilan BI Sulbar, Bank Sulselbar, Gema Difabel, Teras Asala, Lintas Literasi, Kampung Inggris Tapalang dan Masagena. Kemudian dilanjutkan penandatanganan papan dukungan terhadap Portal-ATS dan diakhiri konferensi pers. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *