Debat Publik Putaran Kedua Pilkada Pasangkayu, Angkat Isu Birokrasi Bersih dan Profesional

  • Whatsapp
Debat Publik Putaran Kedua Pilkada Pasangkayu, Angkat Isu Birokrasi Bersih dan Profesional

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Menjalankan tahapan pilkada serentak 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasangkayu menggelar debat publik tahap kedua penyampaian visi misi bagi pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Pasangkayu.

Debat kali ini yang digelar di luar kota Pasangkayu dengan mengangkat tema ‘Birokrasi Bersih dan Profesional’. Dipandu langsung Baktiar Ahmad sebagai moderator, diawali dengan sepatah kata dari Ketua KPU Pasangkayu Syahran Ahmad, di Hotel Grand Mutiara Mamuju, Kamis 19 November.

Menurut Syahran, selain tema dan desain interior yang berbeda, pada debat kedua ini KPU mengusung tempat dengan interior tradisional.

“Dimana pada debat sebelumnya kita buatkan tempat debat paslon interior modern. Sedangkan debat kali ini KPU memilih interior tradisional dengan fokus tema bagaimana menjalankan birokrasi bersih dan profesional,” jelasnya.

Syahran juga memastikan bahwa debat kedua kali ini dijalankan sesuai protokol kesehatan sesuai aturan PKPU Nomor 13 tentang penyelenggaraan tahapan harus Protkes.

“Jadi, sama pada debat sebelumnya juga, yang kita laksanakan pada akhir Oktober lalu di Pasangkayu, dimana setiap kegiatan tahapan pilkada harus sesuai protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19,” kata Syahran.

Ia menyebutkan, bahwa dari tiga paslon, paslon wakil bupati nomor urut 3 yakni, Erny Agus tidak bisa mengikuti debat kedua kali ini dikarenakan kondisi kesehatan yang tidak maksimal.

Ia berharap, pada debat kandidat kedua ini masyarakat bisa mendapatkan referensi menentukan pilihan memilih pemimpin untuk roda pemerintahan yang baik lima tahun kedepan

“Saya kira debat palson penyampaian visi misi kali ini bisa menjadikan referensi pilihan bagi masyarakat dalam menentukan daerah selama 5 tahun kedepannya,” harapnya.

Diakhir kata Syahran mewakili komisioner dan staf KPU Pasangkayu memohon maaf yang sebesar-besarnya kiranya pada kesempatan ini banyak kekurangan.

“Meski demikian kami tetap berharap debat ini berlangsung dengan lancar,” tutup Syahran. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *