Dengan Sistem Daring, DPM-PTSP Permudah Perizinan

  • Whatsapp
Dengan Sistem Daring, DPM-PTSP Permudah Perizinan
Kepala DPM-PTSP Kabupaten Mamuju, Rachmat Thahir.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghambat dalam melakukan pengurusan perizinan. Hal tersebut dipermudah dengan cara online.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Mamuju, Rahmat Thahir, seluruh pelayanan yang dilakukan oleh DPM-PTSP tidak lagi dilakukan secara manual. Tetapi kini telah berbasis online.

“Seluruh proses perizinan pelayanan DPM-PTSP kini dilakukan dengan daring, dengan proses pendaftaran melalui website,” kata Rahmat Thahir, saat dikonfirmasi kemarin.

Bagi pemohon perizinan, lanjut Rahmat, sebelum melakukan pendaftaran akun lebih dahulu diarahkan pada konsultasi terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan pendaftaran dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak.

“Untuk proses alur perizinan ini kita sudah tidak bertemu lagi dengan pemohon, baik itu izin maupun non perizinan seperti rekomendasi yang dikeluarkan,” ucapnya.

Apalagi dimasa pandemi ini, pihaknya sangat memperhatikan protokol kesehatan, untuk menjaga keselamatan seluruh pihak baik itu penerima layanan publik, seperti pelaku usaha dan pemberi layanan.

“Meskipun saat ini proses perizinan dilakukan dengan daring, tetapi ada satu tahapan yang tetap mempertemukan pemohon dengan OPD teknis seperti ketika melakukan peninjauan ke lapangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada proses itu biasa mengalami kendala, lantaran masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui teknis pembuatan izin dengan online.

“Faktanya tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi masyarakat kita masih banyak yang belum mengetahui tentang tekhnologi yang ada,” ujarnya.

Selain itu, proses pendaftaran yang dilakukan melalui online tersebut telah terintegrasi langsung ke pusat.

“Sekarang sudah terdapat sistem yang terintegrasi dari pusat dan daerah melalui sistem one single submission (OSS) juga dengan aplikasi si Cantik yang dikembangkan oleh Kementrian Kominfo,” bebernya.

Sampai saat ini ia mengaku sudah ada sekitar ratusan pemohon izin yang telah diverifikasi untuk diterbitkan.

“Untuk bulan Januari 2020 sampai November jumlahnya sudah ada 261 sampai Oktober,” ucapnya.

Rahmat Thahir, menjelaskan bahwa mayoritas pembuat izin masih didominasi dari sektor kesehatan.

Alhamdulillah DPM-PTSP Mamuju menjadi rujukan pelayanan di Sulawesi Barat yang masuk dalam pengawasan oleh tiga institusi dan mendapatkan penghargaan yaitu KPK, Ombudsman dan Menpan RB. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *