Kisah Sukses Usaha Friska Dimasa Pandemi

  • Whatsapp
Kisah Sukses Usaha Friska Dimasa Pandemi
Owner Hiika Kitchen, Friska Desyanti (27) saat mengolah adonannya rotinya, Senin 9 November 2020.

Oleh: Muh Idrus

Berbisinis dari rumah dikala pandemi Covid-19 yang melanda saat ini memberikan tantangan tersendiri bagi pengusaha kecil rumahan. Namun begitu, mereka tak gampang menyerah.

Mereka harus bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan usahanya agar tetap berjalan. Bukan sesuatu yang mudah menjalankan usaha di tengah pandemi, apa lagi dengan segala keterbatasan yang ada. Meski demikian, harapan untuk tetap menjalankan usaha harus terus terjaga. Demi menutupi kebutuhan perekonomian.

Keadaan sekarang ini juga sangat dirasakan Friska Desyanti (27), Owner Hiika Kitchen yang berbisnis makanan kekinian dari rumahan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Usahanya sempat terhenti pada awal-awal pendemi Covid-19 menyerang. Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sempat diterapkan pemerintah seolah membunuh usahanya yang baru digelutinya awal Januari 2020 lalu.

Pendapatan tentu merosot, Friska mencoba bangkit setelah PSBB dicabut, atau memasuki tatanan kehidupan baru di tengah pendemi. Ia seperti kambali memulai usahanya dari awal lagi. Dengan tekad dan optimisme yang tinggi, perlahan tapi pasti usahanya kembali berjalan normal. Pesanan demi pesanan terus berdatangan dari pelanggan.

Usaha Friska yang bertempat Jalan olahraga, Kecamatan Polewali Mandar tidak hanya berfokus pada konsep take away (Bawa pulang). Ia juga menerapkan sistem pengantaran kepada setiap pelanggan yang melakukan pemesanan dengan menggunakan jasa kurir.

“Alhamdulillah meski di tengah pandemi saya masih dapat menjalankan usaha roti ini,” kata Friska saat ditemui di sela-sela kesibukanya mengolah adonan rotinya.

Friska, begitu menerapkan disiplin protokol kesehatan. Didepan usahanya telah tersedia tandon dan sabun untuk mencuci tangan. Imbauan tetap menggunakan masker juga ditempal ke bagian dinding usahanya.

Ini dilakukan Friska karena tidak ingin usahanya menjadi tempat penyebaran Covid-19. Itu dikarenakan hampir setiap harinya konsumen atau kurir pengantar pesanan berdatangan silih berganti.

“Kadang, kalau ada pelanggan atau kurir yang tidak pakai masker, saya kasih masker karena kebetulan saya kalau beli masker, belinya dalam jumlah banyak,” ungkapnya.

Di bisnis rumahan dara berusian 27 tahun ini menyediakan berbagai macam makan kekinian seperti bomboloni, roti keset, donat, fudgy brownis, steam brownis, dan minuman kopi satu liter, yang banyak digandrungi anak muda saat ini.

Dari segi harga, kue-kue Friska juga ramah di kantong. Untuk satu boks harganya kurang lebih Rp25 ribu sampai Rp55 ribu dengan porsi yang cukup besar.

Gadis yang memulai bisnisnya dari hobi berdagang itu memilih banting setir ke bisnis makanan kekinian.

Ia melihat peluang usaha di tengah pandemi ini, dessert justru banyak diminati sebagai menu cemilan saat pandemi mewabah. Saking ramainya pesanan dari para penikmat, Friska sempat kewalahan.

Ia pun akhirnya merekrut karyawan untuk membantunya menjalankan usaha. Dan tentunya ini juga demi pelayanan yang maksimal kepada pelanggan agar tak lama-lama menunggu pesanannya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *