Koordinasi Pengawasan Harus Terwujud

  • Whatsapp
Koordinasi Pengawasan Harus Terwujud
Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar menyampaikan sambutan saat memimpin Rakorwasda.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Demi memaksimalkan koordinasi pengawasan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten se-Sulbar, dilakukan Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) di ruang pertemuan lantai 2 kantor Gubernur Sulbar.

Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar, bertujuan agar tercipta sinergi kebijakan pengawasan antara aparat pengawasan internal di Provinsi Sulbar.

Kemudian tercipta penanganan isu-isu aktual yang berkembang dalam penyelenggaraan pemerintah provinsi dan kabupaten yang berkaitan dengan dinamika pengawasan di bidang pemerintahan serta terciptanya sinkronisasi pengawasan provinsi yang dilaksanakan di kabupaten.

“Ini adalah kegiatan tahunan dan alhamdulillah enam entitas mendapatkan WTP di tahun 2020 ini. Oleh karena itu, saya berharap kita pertahankan apa yang telah kita capai, karena apa yang mempertahankan itu lebih sulit daripada untuk mencapainya,” kata Enny saat membuka rakor.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kehadiran semua peserta pada rapat koordinasi pengawasan tersebut.

Dimana ia menilai rakor tersebut merupakan wujud yang kongkret telah berjalannya sinergi dan kolaborasi antara Pemprov Sulbar dengan pemerintah kabupaten se-Provinsi Sulbar dalam mengawal, meyakinkan dan menjaga tata kelola pemerintahan di daerah.

“Karena ini semua merupakan wujud perhatian terhadap peningkatan kualitas pelaksanaan pembinaan dan pengawasan di Sulawesi Barat,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Enny menekankan dua hal, yaitu, mendorong SDM yang aktif dan berintegritas serta menghadirkan APIP yang profesional.

Kedua hal tersebut menurutnya hanya mungkin terwujud di Provinsi Sulawesi Barat, jika Pemprov dan Pemkab memiliki satu tujuan, satu langkah dalam menghadapi tantangan di setiap tingkat.

“Kami sadar dalam membangun Sulawesi Barat, yang mulai berkembang tidaklah segampang dongeng seribu satu malam tutup mata dan buka. Semua lalu selesai tetapi ini membutuhkan kerja keras dengan diimbangi semangat dan dedikasi serta loyalitas yang tinggi, untuk menerjang berbagai tantangan dalam merajut benang merah pembangunan,” jelasnya.

Sehingga ia menilai mimpi itu bisa terwujud dengan kualitas dan sinergitas yang baik antara seluruh pihak.

“Harapan dan mimpi, menjadi kenyataan dan berkesejahteraan dapat terwujud dengan hadirnya sebuah pembangunan SDM manusia yang berintegritas,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *