Lanal Sebar 15 Ribu Benih Bandeng

  • Whatsapp
Lanal Sebar 15 Ribu Benih Bandeng

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Sebanyak 15 ribh bibit ikan Bandeng dilepas di Mako Lanal Mamuju, Provinsi Sulbar.

Dengan memanfaatkan sekira 70 meter persegi lahan tambak milik Lanal Mamuju, benih bandeng dilepas bersama unsur Forkopimda Sulbar sebagai bentuk ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Pelepasan benih juga dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan, dimana seluruh peserta yang hadir harus melaksanakan aturan 3 M dengan memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan dengan handsanitaiser sebelum masuk ke Mako Lanal Mamuju.

Menurut Komandan Lanal Mamuju Letnan Kolonel Marinir La Ode Jimmy HR, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan Lanal Mamuju terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Kami melakukan penaburan puluhan ribu bibit ikan Bandeng sebagai ketahanan pangan di Sulbar,” kata Danlanal Mamuju, Letkol Marinir La Ode Jimmy, Senin 9 November 2020.

Ia mengungkapkan, di Sulbar terdapat banyak pesisir pantai dan yang paling mudah didapatkan adalah bibit ikan Bandeng.

“Karena mudah didapatkan sehingga kami memilih ikan Bandeng untuk ditaburkan di sini,” ujarnya.

Dia berharap, apa yang sudah ditaburkan dapat dirasakan langsung dan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat sekitar, khususnya selama masa pandemi Covid-19.

“Jadi, masyarakat yang betul-betul membutuhkannya pasti kami akan berikan,” ucap La Ode.

Sementara itu Ketua DPRD Sulbar, Siti Suraidah Suhardi, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Lanal Mamuju dalam menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

“Lanal Mamuju mampu memanfaatkan lahan kosong dengan menaburkan 15 ribu bibit ikan Bandeng,” kata Suraidah.

Setidaknya, kata Suraidah, ketahanan pangan di Mako Lanal Mamuju sudah terjaga dengan baik. Tinggal bagaimana masyarakat bisa menjadikan langkah yang dilakukan Lanal Mamuju sebagai pelajaran.

“Saya berharap masyarakat Sulbar juga dapat memanfaatkan lahan pertanian demi ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.

Nantinya, Lanjut Suraidah, hasilnya diperkirakan dapat dipanen sehingga bisa juga dinikmati oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan tanpa harus membeli ke pasar.(idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *