Marasa Corner jadi Sumber Pendapatan Baru

  • Whatsapp
Marasa Corner jadi Sumber Pendapatan Baru
Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar menekan tombol launching Marasa Corner, Kamis 26 November 2020.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Taman mini dengan konsep kawasan nyaman, ramah dan sehat untuk ASN serta masyarakat diproyeksi akan menjadi destinasi baru di Mamuju, Sulawesi Barat. Juga bisa menjadi sumber PAD.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Rumah Tangga, Biro Umum dan Protokol, Pemprov Sulbar, Anshar Malle, saat melaunching Marasa Corner bersama Gubernur Sulbar dan Kepala BPSDM Makassar, di kawasan kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis 26 November.

Anshar Malle menjelaskan, Marasa Corner yang dibuat adalah aksi nyata sebagai agen perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Makassar. Dengan konsep taman yang nyaman, ramah dan sehat untuk ASN bekerja sambil berwisata.

Hal itu ia ambil sejalan dengan visi misi Gubernur Sulawesi Barat, dimana pada visi misi tersebut yang mengarus utamakan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Kami ingin kawasan ini untuk jangka pendeknya ada area bagi ASN dan masyarakat untuk bekerja sambil berwisata. Untuk jangka menengah ingin mewujudkan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Mamuju bahkan dalam lingkup Sulbar dan menjadikan Marasa Corner sebagai taman mini Sulbar,” jelasnya.

Kedepan menurutnya, taman ini tidak hanya dibuka untuk ASN tetapi juga untuk masyarakat meski dengan pembatasan waktu dan penerapan protokol kesehatan lantaran masih di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, ia juga menjelaskan pembangunan taman tersebut atas hasil swadaya dan bantuan dari berbagai pihak yang mendukung adanya Marasa Corner. Sehingga kedepan ia berharap dengan adanya taman tersebut dapat menjadi satu pendapatan baru khusunya di Biro Umum dengan didukung regulasi yang ada.

“Mitra kerja sangat antusias membantu bahkan ada yang membantu dengan anggaran hingga puluhan juta. Kemudian dibantu gerakan satu sama, yaitu gerakan membantu sesama manusia, dengan gerakan satu ASN 3 bunga,” ujarnya.

Ia mengaku, dana yang terkumpul pada program pembangunan taman tersebut hanya senilai Rp312 juta. Kemudian dana yang dikeluarkan sebesar Rp296 juta sisa Rp16 juta itu akan digunakan untuk mengembangkan perawatan taman.

Sementara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Makassar, yang diwakili Hamsah, sangat mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh Pemprov Sulbar.

“Dimana dalam ruang lingkup kantor dituntut untuk memiliki lingkungan kantor aman dan nyaman serta semangat dalam bekerja,” ucapnya.

Ia menambahkan, program tersebut adalah hal positif dimana melalui Marasa Corner bisa mempengaruhi seluruh stekholder untuk mencintai lingkungan, dengan menata ruang terbuka untuk dijadikan Marasa.

“Ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah lingkungan yang ada di lingkungan kantor,” ujarnya.

Sementara Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, menjelaskan bahwa inovasi yang dilakukan adalah hal yang luar biasa dimana ia mampu menyulap lahan rawa-rawa menjadi area yang menarik. Inovasi tersebut adalah contoh berpikir kreatif dan bekerja kreatif.

“Marasa Corner merupakan contoh proyek perubahan. Hal ini semoga menjadi pemicu sekaligus pemacu ASN lain terutama para pejabat untuk berpikir inovatif,” kata Ali Baal.

Ia juga menambahkan, Marasa Corner tersebut sangat cocok bagi ASN dan juga masyarakat menjadi tempat kerja di alam terbuka.

“Kita mau pengelolaan Marasa Corner dilakukan dengan profesional, khususnya memberi kesempatan bagi para pelaku UKM, UMKM, mengembangkan usaha dengan menjadikan Marasa Corner menjadi icon,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Sulbar, Andi Ruskati Ali Baal. Ia menjelaskan bahwa kedepan Marasa Corner akan bekerja sama untuk membuat stand bagi para pelaku usaha khususnya pelaku usaha kerajinan. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *