Pelaku UMKM Diharap Lebih Produktif

  • Whatsapp
Pelaku UMKM Diharap Lebih Produktif
Taman Karema menjadi salah satu pusat pengembangan UMKM di Kabupaten Mamuju, gamar direkam belum lama ini. (Foto: DOK MUC)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pelaku Usaha, Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharap tetap produktif meski masih dalam masa pandemi covid-19. Mereka harus beradaptasi dengan kebiasaan baru agar tidak terpuruk, apalagi dengan adanya bantuan dana stimulan dari pemerintah.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Sulawesi Barat, Amir Maricar. Menurutnya peran para pelaku UMKM sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

“Sehingga dengan adanya pandemi, kita Pemerintah Provinsi Sulbar mengambil langkah untuk membantu UMKM, inikan salah satu penanganan dampak ekonomi. Sehingga kita memberikan bantuan modal agar bisa aktif kembali,” kata Amir, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu 18 November.

Tidak hanya itu, lanjutnya, selain bantuan dari pemerintah provinsi juga ada bantuan dari pemerintah pusat melalui Banpres produktif usaha mikro.

“Dan hampir seluruh UMKM sudah menerima bantuan ini, dan insyaallah selesai pemberian bantuan ini UMKM bisa bangkit kembali,” bebernya.

Ia menambahkan, untuk jumlah awal pelaku UMKM di Sulbar ada sekira 3.122 pelaku usaha. Namun itu mengalami pengurangan setelah Koperindag melakukan verifikasi terhadap para pelaku UMKM yang ada di Sulbar dengan jumlah anggaran sekira Rp, 6 miliar lebih.

“Yang penerima bantuan modal dari pemprov lain dan data dari BPUM (Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro, red) juga lain,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, pihaknya masih memiliki anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAU) untuk wirausaha pemula. Kemudian untuk pengembangan usaha. Sehingga pihaknya mendorong agar para pelaku usaha mampu bertahan di tengah kondisi yang ada.

“Hal itu selalu kami dorong, melalui kepala dinas yang ada di setiap kabupaten, untuk senantiasa mendorong pelaku UMKM bisa bangkit dari pandemi,” jelasnya.

Namun, menurutnya sampai saat ini pihaknya tidak bisa melakukan pendampingan secara menyeluruh kepada pelaku usaha yang ada.

“Pendampingan itu ada tetapi di IKM, itu kami lakukan pendampingan khusus di industri tenun supaya mereka melakukan produksi lebih banyak lagi,” ujarnya.

Ia juga menilai seluruh pelaku UMKM yang ada di Sulbar, berdasarkan hasil monev yang dilakukan para pelaku UMKM mulai bergerak kembali untuk melakukan produksi di era new normal.

“Kami berharap UMKM di Sulbar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan agar UMKM dan IKM bisa aktif kembali seperti sebelum Covid-19,” ucap Amir.

Sementara itu Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Siti Suraidah Suhardi mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi bantuan yang dilakukan pemerintah provinsi Sulbar sebagai langkah penangan terhadap pelaku UMKM atas dampak pandemi.

“Dengan bantuan ini kita berharap bisa dimanfaatkan dengan baik dan bagi pelaku UMKM bisa semakin berkreasi untuk mengembalikan usahanya, di tengah kondisi pandemi dan persaingan yang ada saat ini,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *