Pembentukan Sekolah Kedokteran, Pemprov Sulbar Bentuk Tim Teknis

  • Whatsapp
Pembentukan Sekolah Kedokteran, Pemprov Sulbar Bentuk Tim Teknis
Sekprov Sulbar Muh Idris DP.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Rencana Pemprov Sulbar membuka sekolah kedokteran terus digenjot. Tahapan terbaru, Pemprov segera membentuk tim teknis.

Hal ini mencuat saat Pemprov Sulbar menggelar rapat koordinasi akselerasi proses pembukaan pendidikan kedoteran di Sulbar. Rapat dipimpin Sekprov Sulbar Muh Idris DP.

Sekprov mengatakan, untuk mendukung pembentukan sekolah kedokteran di Sulbar, akan dibentuk suatu tim yaitu tim teknis daerah dan tim nasional yang ada di Jakarta.

Idris menjelaskan, yang dimaksud dengan tim nasional adalah Institusi Kementerian Kesehatan serta Pendidikan dan Kebudayaan yang akan dilibatkan untuk mempermudah jalan membuka sekolah pendidikan kedokteran di Sulbar.

“Saya sudah memiliki gambaran mengenai tim yang akan dibentuk, tapi kami ingin kawan-kawan untuk saling bahu-membahu dalam bekerja secara terbuka. Serta apa saja yang kita butuhkan dalam tim ini,” ucap Idris.

Sedangkan tim teknis daerah, lanjut Idris, akan terbagi menjadi dua tim bagian yaitu tim akademik dan tim non akademik yang akan menjadi penyapa kampus untuk memberikan dukungan sarana-prasarana, bantuan anggaran, bantuan administrasi, serta infrastruktur lainnya termasuk didalamnya aspek keuangan.

Lebih lanjut, Idris menjelaskan, sebagai bagian eksekusi pembentukan sekolah kedokteran di Sulbar, maka Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan dipercaya dalam menyiapkan tenaga pendidik serta mempersiapkan lokasi kampus yang sederhana.

“Ada koreksi anggaran yang muncul pada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan termasuk rumah sakit untuk mempersiapkan, paling tidak kampus yang sederhana. Dalam hal itu kami sudah tetapkan bahwa kampus sekolah kedokteran berada di rumah sakit lama yang akan difokuskan sebagai kampus pendidikan kedokteran di Sulbar,” ucap Idris.

Untuk desain kampus, Idris menuturkan, dalam hal itu akan membentuk tim teknis untuk  mendesainnya yang rencananya dapat diselesaikan sebelum tahun 2021. Idris menekankan, target kesiapan kampus tersebut betul-betul sudah sangat siap pada 31 Juni 2021, artinya pada bulan itu sudah aktif kuliah.

“Jadi Juni itu batas akhir kesiapan kita karena interior desain saja dan pengerjaannya tidak mudah juga sebab rumah sakit lama itu sudah banyak kerusakan, atap yang bocor tapi itu bisa ditangani dan tidak semua ada perbaikan gedung karena itu butuh dana yang besar. Tapi apabila anggarannya ada saat ini, maka akan jauh lebih bagus dikerjakan keseluruhan,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *