Peringatan Hari Pahlawan, Jadi Pelecut Pembangunan Daerah

  • Whatsapp
Peringatan Hari Pahlawan, Jadi Pelecut Pembangunan Daerah
Pemprov dan DPRD Sulbar serta jajaran Forkopimda menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di TMP Pati'di Mamuju, Selasa 10 November 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Peringatan hari pahlawan 10 November dengan tema “Pahlawanku sepanjang masa” di Sulawesi Barat ditandai dengan upacara dan tabur bunga di taman makam pahlawan (TMP) Desa Patiā€™di, Mamuju, Selasa 10 November.

Pada kesempatan itu Ketua DPRD Sulawesi Barat, Siti Suraidah Suhardi bertindak sebagai inspektur upacara. Dihadiri Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno, Danrem 142 Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, Wakapolda Sulbar Brigjen Pol Umar Faroq, Danlanal Mamuju Letnan Kolonel Marinir La Ode Jimmy, Kajati, Kajari dan unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Barat.

Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Siti Suraidah Suhardi, mengatakan di momentum hari pahlawan ini, mengingatkan kembali bagaimana perjuangan pahlawan melawan penjajah dalam merebut kemerdekaan.

“Dengan hari pahlawan ini semakin menyadarkan kita, bahwa kemerdekaan ini tidak didapatkan dengan gratis, tapi dengan perjuangan darah dan air mata dari para pahlawan dan pendahulu kita agar bisa merebut kemerdekaan,” kata Suraidah.

Sehingga menurutnya, momentum hari pahlawan tersebut harus diisi dengan hal positif dengan memberikan manfaat yang baik terhadap bangsa dan negara ini khususnya untuk pembangunan Provinsi Sulawesi Barat.

Tidak hanya itu, ia juga memberikan penghormatan yang besar atas jasa-jasa dan perjuangan para pahlawan di Sulawesi Barat.

“Saya juga mengucapkan selamat hari pahlawan, bagi keluarga pahlawan yang telah gugur membela daerah di Provinsi Sulawesi Barat ini, khususnya para keluarga pahlawan yang masih hidup. Semoga kita semua diberikan kebesaran hati dalam mengisi kemerdekaan di hari pahlawan ini,” ucapnya.

Suraidah juga, menjelaskan bahwa perjuangan para pahlawan itu harus diteruskan dengan perjuangan memerangi diri sendiri. “Kita harus memerangi kebodohan dan kemalasan yang ada dalam diri kita,” ujarnya.

Apalagi menurutnya di tengah kondisi pandemi Covid-19, perjuangan yang yang harus dilakukan adalah berjuang dengan melakukan adaptasi kebiasaan baru.

“Tentu juga saat ini kita tahu pandemi Covid-19 masih menjadi hal yang mengerikan di dunia dan bahkan di Indonesia. Tentu kita harus selalu mengikuti protokol kesehatan agar setidaknya bisa terhindar atau mengurangi klaster Covid-19 ini,” jelasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *