PT Bank Sulselbar Bersama PT Givaudan, Teken Mou dengan Kelompok Petani Nilam

  • Whatsapp
PT Bank Sulselbar Bersama PT Givaudan, Teken Mou dengan Kelompok Petani Nilam

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – PT Bank Sulselbar bersama PT Givaudan Indonesia melakukan penanda tanganan MoU bersama kelompok petani nilam terkait pemberian modal usaha.

Hal tersebut membuat sebahagian kelompok petani nilam yang ada di Provinsi Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Mamuju bisa bernafas lega.

PT Bank Sulselbar sebagai salah satu lembaga perbankan milik daerah melakukan terobosan baru dalam rangka menyukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas oleh Pemerintah Pusat. Dengan mengajak PT Givaudan, perusahaan yang bergerak membeli minyak nilam secara berkelanjutan.

Kegiatan yang dilakukan di balai pertemuan pertanian di Desa Lombang-lombang Kabupaten Mamuju, dibuka secara langsung Plt Bupati Mamuju, Wahab Hasan Sulur. Dihadiri Kadis Perkebunan Sulbar, Kakanwil Perbendaharaan Sulbar dan sejumlah OPD lingkup provinsi dan kabupaten serta dihadiri juga sejumlah Kepala Cabang Bank Sulselbar se-Sulawesi Barat.

Penandatanganan kerja sama bersama kelopok petani nilam tersebut dilakukan secara virtual oleh Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Sulselbar Rosmala Arifin.

Sementara dari pihak Givaudan ditandatangani Presiden Direktur PT Givaudan Indonesia, Sariwatyna Lukito Wimandjaja.

Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Utama Mamuju, Syarifuddin Haruna mengatakan, pihaknya sejak tahun 2018 sudah mulai menginisiasi program pengembangan tanaman nilam melalui program kredit usaha rakyat (KUR).

“Dulunya produksi petani nilam hanya bisa mencapai sekitar 2 hingga 3 ton per bulan. Namun saat ini melalui program KUR ini dan pola kemitraan bersama PT Givaudan Indonesia, produksi rata-rata sudah mencapai 6 hingga 8 ton perbulan dan jika dirupiahkan sudah sekitar Rp4 sampai Rp5 miliar perbulan,” kata Syarifuddin Haruna, Kamis 19 November.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Sulselbar, Rosmala Arifin menuturkan bahwa pihaknya sangat optimis kerjasama ini memberikan dampak positif bagi para petani nilam. Sebab akan mendorong angka peningkatan produksi dan penghasilan nilam di Mamuju khusunya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan.

Hasil penandatanganan kerja sama ini pun diharapkan terus meningkatkan produksi dan semangat petani nilam sebab PT Givaudan sebagai perusahaan pengguna minyak nilam menjamin mulai dari budi daya serta menggaransi pembelian atau pemasarannya langsung secara berkesinambungan.

“Petani akan sangat diuntungkan karena Givaudan bertujuan untuk mempromosikan pentingnya advokasi dan menjamin standar kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Sambil menjaga sumber daya alam yang berharga,” ujar Manager PT Givaudan Indonesia.

Selain penandatanganan kerjasama dalam pengelolaan, produksi dan pemasaran nilam, para petani nilam sebanyak 30 orang juga melakukan penandatanganan secara massal akad kredit nilai plafon Rp547 juta sebagai bantuan modal pengadaan pupuk dan bibit nilam. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *