Rakor KPU Bersama Perusahaan Sawit, Fokus Penerapan Protkes di TPS

  • Whatsapp
Rakor KPU Bersama Perusahaan Sawit, Fokus Penerapan Protkes di TPS
KPU Pasangkayu mengelar rakor bersama perusahaan sawit bahas pelaksanaan pilkada 2020

PASANGKAYU, SULBAR EXPRESS – Untuk menyukseskan pilkada serentak Kabupaten Pasangkayu 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasangkayu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pemilihan bupati dan wakil bupati di wilayah perusahaan di masa pandemi.

Selain manajemen perusahaan PT Astra Agro Lestari, Rakor juga diikuti stakeholder lainnya seperti Disdukcapil, Bawaslu, dan Polres Pasangkayu, di aula kantor KPU Pasangkayu, Jumat 13 November.

Komisioner Kordiv Hukum Alamsyah menyampaikan, dalam kesempatan Rakor ini membahas sinkronisasi penerapan protokol kesehatan (Protkes) sebagaimana yang telah diatur dalam PKPU Nomor 13 tahun 2020 dengan Protkes SOP perusahaan yang nantinya akan menjadi wilayah 24 TPS, sebanyak 6.524 masyarakat dan karyawan yang terdaftar.

“Pada pemilihan bupati dan wakil bupati terdapat 24 TPS di wilayah perkebunan perusahaan. Pada kesempatan Rakor kita berkumpul bersama membahas teknis protkes yang telah diatur PKPU dalam tahapan pilkada, dengan Protkes sesuai SOP perusahaan. Agar masyarakat yang berada di luar wilayah perusahaan bisa menyalurkan hak pilihnya tanpa terkendali teknis protkes yang sedikit berbeda,” kata Alamsyah.

Menurutnya, Rakor yang melibatkan stakeholder dan manajemen perusahaan ini bertujuan bagaimana masyarakat yang terdaftar dalam DPT bisa menyalurkan hak pilihnya dalam menyukseskan pilkada serentak Kabupaten Pasangkayu 2020.

“Jadi tujuan kita, tidak lain adalah bagaimana kita semua berperan dalam menyukseskan pilkada serentak ini. Tentunya dengan melakukan koordinasi-koordinasi permasalahan yang kita anggap menjadikan tahapan tidak lancar atau terkendala dari perbedaan teknis seperti dalam penerapan Protkes Covid-19,” sebut Alamsyah.

Pada kesempatan yang sama, mewakili pihak manajemen PT Astra Teguh Ali Musiaji mengungkapkan, pada dasarnya penerapan protkes yang di jalankan pihak KPU dalam tahapan tidak berbeda dengan penerapan protkes di wilayah perusahaan.

“Hanya saja pihak perusahaan lebih memperketat penerapan, seperti yang selama ini kita terapkan, jika ada karyawan yang cuti, ketika kembali harus menyertakan hasil rapid test, karena kita tidak menginginkan adanya klaster baru dari luar wilayah yang berstatus zona merah atau hitam,” jelas Teguh.

Pada prinsipnya, pihak perusahaan selalu bisa menerima aturan yang dijalankan pihak KPU dalam menyukseskan pilkada, mengenai masyarakat yang berada di luar perusahaan selain karyawan, mengubah hak pilihnya di 24 TPS di wilayah perusahaan akan diterapkan protkes yang telah diatur dalam PKPU.

“Kita pastikan, masyarakat akan menyalurkan hak pilihnya pada hari pencoblosan 9 Desember mendatang, tentunya dengan mematuhi protkes yang telah diatur oleh pemerintah dan kita sepakat bersama. Atas nama perusahaan saya tegaskan kembali bahwa PT Astra juga mempunyai tanggungjawab bersama dalam menyukseskan pilkada serentak 2020 yang akan menjadi negeri Indonesia lebih maju,” tegas Teguh. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *