Uji Coba Pembelajaran Harus Sesuai Protkes

  • Whatsapp
Uji Coba Pembelajaran Harus Sesuai Protkes
Kepala Dinas Pendidikan Sulbar Prof. Gufran Darma Dirawan

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Berdasar evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, pembelajaran tatap muka secara terbatas sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Uji coba pembelajaran luring itu apabila dinilai berhasil maka akan diberlakukan secara menyeluruh untuk SMK di Sulawesi Barat.

Selama Pandemi Covid-19 melanda sebagian besar wilayah Indonesia khusunya Sulawesi Barat, pembelajaran di sekolah harus dilakukan secara jarak jauh atau secara online. Terkecuali bagi sekolah yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Pendidikan.

Namun, secara keseluruhan di wilayah Sulbar berdasarkan izin yang dikeluarkan oleh Mentri Pendidikan, hanya Pasangkayu dan Majene yang diperbolehkan melakukan tatap muka tetapi tidak secara full.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Prof. Gufran Darma Dirawan, mengatakan secara keseluruhan di Sulbar, proses belajar daring yang dilakukan selama pandemi dinilai telah berjalan maksimal.

Hanya saja, menurutnya, saat ini yang masih menjadi kendala adalah akses jaringan yang belum memadai secara penuh, khususnya di daerah yang jaraknya jauh dan terpencil.

“Sekarang sudah ada mekanisme yang kami buat yaitu E-learning manajemen sistem dan tahun depan itu sudah bisa kami terapkan,” Kata Gufran, saat dikonfirmasi, Selasa 17 November.

Namun berdasarkan surat edaran Mentri Pendidikan, Nadiem Makarim secara keseluruhan proses belajar masih dilakukan secara daring, untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran covid-19.

“Untuk tatap muka secara full itu belum, namun berdasarkan edaran Mentri Pendidikan untuk SMK yang workshop dan bengkel diberikan keleluasaan sesuai mekanisme dan panduan yang ada,” ucapnya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Sulbar telah membut mekanisme dan panduan yang telah diserahkan ke seluruh kepala sekolah untuk dicermati lalu membuat perencanaan strategis.

“Itu sudah saya selesaikan dan itu sudah kami kirimkan ke semua kepala sekolah untuk dicermati dan membuat perencanaan strategis kemudian diserahkan kembali ke kami. Nanti kami akan teruskan ke Satgas Covid-19 untuk dijadikan panduan untuk proses penataan sekolah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, untuk keseluruhan sekolah yang ada di enam kabupaten di Sulbar dari standar panduan tersebut masing-masing kepala sekolah akan membuat standar perencanaan pembelajaran untuk new normal.

“Dan sekarang saya menunggu perencanaan dari kepala sekolah, baru setelah itu dilakukan pengecekan, karena kita harus hati-hati dalam proses ini, karena kita masih dimasa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sehingga ia berharap penerapan protokol bisa betul dilaksanakan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Dengan tetap menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta mengukur suhu tubuh. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *