Cinepolis Larang Pengunjung Berkumpul

  • Whatsapp
Cinepolis Larang Pengunjung Berkumpul
Petugas Cinepolis Mamuju memberikan pelayanan kepada pengunjung, Sabtu 5 Desember 2020.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Lama tak beroperasi kini Cinepolis Matos Mamuju kembali dibuka. Hal itu setelah pemerintah pusat melalui asosiasi bioskop Indonesia membolehkan bioskop untuk kembali beroperasi.

Namun meski demikian, warga harus antre untuk menikmati film kesayangan mereka. Lantaran manajemen memberlakukan pembatasan pengunjung. Hanya 77 orang saja dalam satu studio. Jumlah ini menurun dari sebelumnya 154 orang.

Kemudian pengunjung harus mematuhi kebijakan yang berlaku. Diantaranya wajib bermasker, memakai hand sanitizer, dan menjaga jarak. Manajemen memastikan penolakan pengujung jika enggan mematuhi prokol kesehatan (protkes).

“Sesuai peraturan pemerintah, kapasitas studio terbatas menjadi 50 persen saja,” kata CEO Cinepolis Cinemas Indonesia, Gerald Dibbayawan.

Sementara Cinema Supervisor Cinepolis, Ruslan mengatakan, pihaknya akan selalu memperketat protokol kesehatan, itu tidak hanya bagi pengunjung tetapi juga pegawai yang ada.

Dimana setiap pegawai harus memakai face shield, membawa hand sanitizer dan selalu menjaga jarak. Selanjutnya, melakukan menyemprotkan disinfektan setiap hendak beroperasi. Mengecek suhu tubuh pengunjung yang hendak memasuki bioskop.

“Jadi jika ada pengunjung suhu tubuhnya di atas 37 derajat, kami lakukan cek dua kali. Jeda waktu pengecekan lima menit. Kalau masih sama, tidak boleh masuk,” ujar Ruslan.

Sebagai langkah mempermudah pembelian tiket, pengunjung sebelumnya harus mendownload aplikasi pembayaran digital. Sama halnya ketika ingin membeli makan dan minum. Itu dilakukan untuk mengindari kontak langsung dengan pengunjung.

“Untuk pengunjung yang berada di dalam lobi maksimal 15 orang. Kalau lebih harus keluar. 10 menit sebelum film tayang baru bisa masuk,” bebernya.

Penerapan protkes tak sampai di situ saja. Kata Ruslan, manajemen sudah menyiapkan kursi berlabel. Kursi berkode x terlarang bagi pengunjung. Terdapat pegawai yang mengawasi. Jika melanggar, petugas akan menegur atau meminta pengunjung keluar.

Selain itu, pihaknya juga menawarkan bagi pengunjung yang ingin melakukan booking studio hanya dengan Rp600 ribu, untuk 10 sampai 25 orang.

“Setiap 15 menit, petugas masuk memeriksa untuk memastikan penerapan protkes benar-benar terlaksana,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *