Demi Kemajuan Polewali Mandar, Pola Kolaborasi Jangan Hanya Wacana

  • Whatsapp
Demi Kemajuan Polewali Mandar, Pola Kolaborasi Jangan Hanya Wacana
DPRD Polman menggelar rapat paripurna istimewa dalam ranga HUT ke-61 Kabupaten Polewali Mandar, Selasa 29 Desember 2020.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Hari Jadi Polewali Mandar ke-61 tahun dilaksanakan dengan konsep berbeda. Ini karena pandemi Covid-19 masih melanda.

Meski demikian, semangat dalam menyambut HUT Polewali Mandar tahun ini tidak kalah dari tahun-tahun sebelumnya. Mengambil tema, “Kolaborasi dan integritas di era digital untuk Polewali Mandar maju rakyat sejahtera”.

Saat mengikuti secara virtual, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, mengingatkan agar konsep sinergitas dan kolaborasi dijalan dengan benar dan maksimal. Itu agar target kemajuan pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat bisa tercapai.

“Semoga dengan usia ke-61 tahun ini, kita semakin meningkatkan motivasi dan inovasi untuk lebih giat membangun daerah, untuk masa sekarang dan di masa mendatang,” kata Ali Baal.

Ia juga berharap, kiranya kebersamaan dapat terus dibangun, dipelihara dan dipertahankan dalam upaya memajukan Kabupaten Polewali Mandar.

“Saya sangat yakin, jika semua stakeholder, semua komponen kekuatan dan seluruh masyarakat secara bersama-sama berkomitmen untuk mengoptimalkan perannya sesuai kedudukan, fungsi dan tugasnya masing-masing, maka Insya Allah kedepan Polewali Mandar yang kita banggakan ini bisa menjadi daerah maju sebagaimana yang kita harapkan bersama. Pemprov Sulbar akan terus mendukung kerja keras saudara-saudara dalam membangun Polewali Mandar,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ali Baal, menyampaikan beberapa hal diantaranya, mengajak untuk senantiasa menjaga agar Kabupaten Polewali Mandar aman, tenteram dan damai.

“Kedepankanlah selalu nilai-nilai kearifan budaya untuk merekatkan semua elemen yang ada di Polewali Mandar. Karena penduduk yang ada di daerah ini kian hari terus bertambah dan semakin majemuk,” ajak Ali Baal.

Selanjutnya, mantapkan stabilitas keamanan sebagai salah satu faktor penting bagi kesuksesan dan kelancaran roda pembangunan.

Kemudian, dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, segala aktivitas dapat dimaksimalkan dengan dilaksanakan di rumah saja. Tetapi jika hal tersebut penting dan aktivitasnya harus dilaksanakan di luar rumah, maka boleh saja dilakukan hal tersebut dengan tetap memperhatikan kedisiplinan dalam protokol kesehatan Covid-19.

“Yakni memakai masker, cuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer dan jaga jarak serta hindari kerumunan,” tandas Gubernur.

Rapat Paripurna

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar menggelar rapat paripurna dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Polman. Kegiatan ini dihadiri serta diikuti secara virtual oleh tamu undangan.

Rapat paripurna HUT Polman ini dihadiri langsung Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar, didampingi Wakil Bupati, Natsir Rahmat, Sekda Polman, Andi Bebas Manggazali serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ketua DPRD Polman, Jufri Mahmud pada rapat paripurna mengatakan makna hari jadi merupakan suatu momentum penting dalam sejarah kehidupan masyarakat utamanya dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan khususnya di Polman.

“Menarik untuk dijadikan bahan introspeksi mengingat Polman yang kita cintai ini telah berusia 61 tahun tentu di dalamnya banyak terkandung pengalaman dinamika berbagai peristiwa bersejarah yang telah memainkan peranan penting yang hasilnya dapat kita nikmati sekarang ini,” ujarnya.

Menurut Jufri, kesemuanya itu tidak terlepas dari jiwa dan semangat, sebagaimana tertuang dalam local wisdom “Tarrare Di allo Tammatindo Di Bongi Mappikirri Atuoanna Paqbanua” serta” Manus Siorongngi Malilu Sipakainga“ sebagai bukti kebersamaan dari masa ke-masa.

“Sehingga dapat melakukan perubahan demi perubahan sampai sekarang ini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, mengungkapkan hari ulang tahun Polman kali ini dirayakan dengan suasana berbeda. Mengingat Indonesia bahkan seluruh dunia tengah mengalami cobaan pandemi Covid-19.

Bupati dua periode tersebut menjelaskan sebagai pintu gerbang Provinsi Sulbar, Polman menjadi epicentrum peredaran wabah Covid-19, kini kita menjadi generasi yang diberi tantangan melawan musuh yang tak terlihat, musuh yang mampu melipatgandakan diri, musuh yang menular tanpa melihat latar belakang yang ditulari.

“Dan kini dengan izin Allah, dan secara bersama-sama kita akan kembali membuktikan bahwa kita, Kabupaten Polman akan mampu kembali melewati cobaan besar wabah Covid ini,” kata Andi Ibrahim Masdar.

“61 tahun bila dilihat dari sebuah usia, adalah sebuah usia senja yang menandai perjalanan panjang yang penuh liku, mendaki dan penuh tantangan. Berkali-kali ujian terus datang kepada daerah kita. Namun, setiap kali pula Allah berikan kekuatan pada kita untuk bangkit menghadapinya,” imbuh Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim Masdar memaparkan tepat di usia 61 tahun ini Pemkab Polman telah berhasil menorehkan serangkaian prestasi khususnya pada bidang pembangunan. Misalnya, di sisa tahun ini akan segera mencapai 64% jalan dengan kondisi mantap yang sebelumnya pada tahun 2015 hanya berada diangka 21%.

Kemudian pada sektor ekonomi, laju inflasi pada tahun ini juga mengalami penurunan yang sangat signifikan, begitupun dengan Indeks Prestasi Manusia (IPM) Polman tahun ini mencapai 63.74 %, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dengan kinerja IPM tertinggi di Sulawesi Barat yang menyentuh angka 3,65.

“Hal ini berdampak pada tingkat kemiskinan yang terus merangkak turun, 2015 lalu mencapai 18,22% tahun ini tinggal menyisakan 15.6% dengan angka penurunan mencapai (minus) -2,32 persen,” tuturnya.

Dengan demikian, sambung Ibrahim, capaian itu mempertegas status Kabupaten Polman keluar dari daerah tertinggal. Dari sektor pertumbuhan ekonomi lagi-lagi Polman mendapatkan peringkat terbaik di Sulawesi Barat dengan capaian 6,17% jauh di atas rata-rata provinsi Sulbar yang hanya menyentuh angka 5.22 persen.

“Lalu sektor tingkat pengangguran terbuka (TPT), Polman kembali menjadi yang terbaik di Sulbar, apalagi sektor pertanian Polman merupakan penyangga utama produksi padi di Sulbar yang produksinya melebihi akumulasi seluruh produksi padi semua kabupaten lain di Sulbar,” pungkas Ibrahim. (ali/idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *