Jalan Mamasa Bakal Tembus Toraja

  • Whatsapp
Jalan Mamasa Bakal Tembus Toraja
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar memantau pengerjaan ruas jalan Tabone - Nosu di Desa Batanguru, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Rabu 2 Desember 2020.

MAMASA, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pengerjaan ruas jalan Kabupaten Mamasa terus digenjot, upaya itu dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat Mamasa memasarkan hasil Sumber Daya Alam (SDA), termasuk wisata alam.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar saat berkunjung ke Mamasa, Rabu 2 Desember.

Ali Baal berkomitmen terus membenahi konektivitas yang memperlancar akses ke Mamasa, baik melalui jalur Mamuju – Mamasa, Polman – Mamasa, maupun rute yang menghubungkan dari Toraja.

Kata dia beberapa daerah di Mamasa memiliki potensi pariwisata yang perlu mendapatkan dukungan infrastruktur agar dapat diakses wisatawan. “Ini juga tekoneksi ke potensi pariwisata,” kata Ali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar Muh. Aksan menyebutkan, salah satu akses yang menghubungkan Sulbar dengan Kabupaten Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan adalah ruas jalan Tabone – Nosu – Pana.

“Ruas jalan tersebut sepanjang 27 kilometer. Namun kondisi saat ini, berangkat dari poros Polman Mamasa memasuki Tabone, sepanjang tujuh kilometer jalan sudah kondisi baik,” ucap Aksan.

Untuk terkoneksi ke Sulawesi Selatan, maka ruas jalan Tabone Nosu harus terus dikerjakan hingga ke Pana dan tembus ke Toraja. Diketahui akses dari Nosu tembus ke batas Tanah Toraja mencapai 100 kilometer lebih.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar pun bakal terus mengawal pengerjaan ruas jalan tersebut berjalan lancar hingga tembus ke Pana bahkan terhubungan ke Toraja.

“Tahun 2021 hingga 2022 selesai Tabone – Nosu. Nanti kita terus lanjut ke Pana. Jalan itu harus dikerjakan terus tembus ke Toraja,” kata Ali, saat berkunjung memantau ruas jalan Tabone – Nosu, Rabu 2 Desember.

Satu hal kesyukuran Gubernur sebab masyarakat turut berkontribusi membantu pemerintah memperlancar pembangunan.

“Masyarakat bisa diajak kompromi untuk membebaskan akses jalan. Kalau dulu tidak mau sekali, harus dibayar jadi banyak ongkos. Tapi sekarang sudah mau berpartisiasi. Jadi tidak dibayar lagi langsung bisa kerjakan jalan,” jelas Ali.

Berkat kerjasama masyarakat, maka daerah terisolir di sepanjang Tabone – Nosu kini terakses. “Termasuk listriknya sudah masuk, nanti tinggal kita lihat apa saja yang perlu dibangun kedepan,” ujarnya.

Apalagi, kata Ali Baal, Mamasa khususnya di sepanjang Tabone – Nosu memiliki SDA melimpah. Salah satunya adalah pinus.

“Ini untuk mendukung produksi pinus kita dan akan terus dikembangkan. Potensi lainnya, sektor perkebunan, ada kentang, kopi, pisang,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *