Liburan yang Mencemaskan

  • Whatsapp
Liburan yang Mencemaskan

Tahun-tahun lalu liburan selalu menyenangkan bagi banyak orang. Itu dulu. Sebab vakansi yang panjang akhir tahun ini yang mungkin dikemas dalam kondisi pandemi justeru mencemaskan, terutama warga yang didatangi di ribuan destinasi di tanah air. Dalam beberapa hari ini ruas-ruas jalan amat lengang. Orang telah pergi penuh bungah.

Sebagai pembanding jumlah yang bepergian sepanjang tahun 2020 sebanyak 33,5 juta orang. Itu berkurang drastis dalam periode yang sama tahun lalu, yakni 74,9 juta orang, Covid-19 menjadi hulu yang menentukan pada grafik di atas bagi pengguna penerbangan domestik. Data ini belum menghitung berapa banyak orang yang pergi-pulang dengan roda empat, kapal laut dan roda dua sampai hari ini.

Libur akhir tahun tak mungkin dicegah. Sebagaimana jelang perayaan Idul Fitri yang ramai pemudik di semua kota menuju kampung halaman. Dalam kondisi pandemi seperti saat ini hanya kesadaran personal menjadi penentu, berwisata ke daerah-daerah yang hijau tanpa lonjakan covid dapat saja dimaklumi (?), lalu bagaimana bila destinasi itu zona merah yang bilik-bilik rumah sakitnya telah penuh. Wilayah yang jumlah pasien covid telah melewati ambang kecemasan dapat saja kian memerah.

Tapi lagi-lagi hasrat orang berlibur tak dapat ditawar, meski saya menduga bahwa jumlahnya tidak sesignifikan akhir tahun lalu. Apalagi beberapa kepala daerah telah melarang keramaian jelang awal tahun 2021. Jangan lupa prediksi lonjakan covid usai liburan dikisaran 20-40 persen.

Lonjakan covid di berbagai negara juga di negeri ini seyogianya meredam kemeriahan yang bakal menjungkalkan ekspektasi sebab laju pandemi tak terkendali. Bagaimana pun usaha pemerintah bila tak disertai partisipasi optimal warga dalam menjaga jarak, memakai masker, atau rajin cuci tangan kegamangan kita pada covid akan selalu beralasan. Kecemasan itu sesungguhnya berawal dari ketakutan kita bila rumah sakit telah penuh, sementara tenaga medis juga berjatuhan.

Menteri KesehatanĀ yang baru Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kemenkes akan mengoptimalisasi tempat tidur milik RSUD dan RS swasta. Selain itu, penambahan tempat tidur khusus Covid-19 juga akan dilakukan di RS non RSUD, penambahan RS rujukan baru, penambahan 740 tempat tidur baru untuk di ruang ICU dan isolasi di RS vertikal Kemenkes, serta penataan kembali sistem rujukan yankes Covid-19.

“Mengingat setelah libur panjang ada kenaikan kasus berkisar antara 20-40 persen. Jadi saya ingin memastikan tempat tidur (TT) siap, ICU siap, tenaga kesehatan (nakes) siap, APD siap dan obat-obatannya juga siap,” kata Budi Jumat, 25 Desember 2020 yang penulis nukil dari Tempo.co.

*

Saat China mengklaim sudah menang melawan Covid-19, Uni Eropa (UE) mulai memvaksin warganya, kemarin. Saat bersamaan, kasus varian baru Covid-19 di sejumlah negara di Eropa meningkat cepat sehingga memaksa mereka kembali memberlakukan kebijakan karantina dan pembatasan sosial. Varian baru Covid-19 yang berasal dari Inggris itu diyakini lebih menular dan kemampuan penyebaran dan
penularannya lebih cepat (Kompas/27/12). China pun menyebut mengalami pertumbuhan ekonomi, hal yang kontras pada Korea Selatan yang kembali panik.

Dalam kondisi seperti ini, apalagi menuju tahun 2021 beberapa hari lagi, semua orang memerlukan empati. Bangsa besar ini juga memerlukan Persatuan lebih kuat lagi sebagai negara yang dibangun dari keragaman asal usul, kelompok, kepentingan dan cara pandang. Termasuk dalam memandang Covid-19 ini, sungguh masih banyak yang tak bermasker. Kita bisa menghitungnya pada setiap kali berada di lingkungan masing-masing.

Sepanjang jalan Ahad tadi, penulis melewati setidaknya sembilan gerbang berjanur kuning, yang diwarnai kerumunan orang dalam acara pengantinan. Semoga semuanya tetap patuh pada Pesan Ibu: Memakai Masker; Rajin Cuci Tangan; dan Jaga Jarak.

Memasuki tahun 2021 kita memerlukan suntikan keriangan untuk menjalani hidup lebih kreatif dan produktif tanpa rasa cemas di tahun depan. Warsa yang akan lebih penuh bunga-bunga usai liburan panjang.

Tinambung, 27 Desember 2020

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *