Tes Swab Hanya untuk Pasien Emergency

  • Whatsapp
Tes Swab Hanya untuk Pasien Emergency
Gedung pemeriksaan swab RSUD Polman.

POLEWALI, SULBAREXPRESS.CO.ID — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) telah memiliki alat Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan spesimen swab bagi pasien terindikasi Covid-19. Pengadaan alat TCR PCR tersebut beserta renovasi gedung menelan anggaran miliaran rupiah.

Sayangnya, cartridge yang dimiliki RSUD Polman jumlahnya terbatas. Padahal, gedung TCM PCR tersebut baru saja difungsikan Juni lalu, cartridge yang menjadi kunci alat untuk bisa melakukan pemeriksaan tes swab disalurkan terbatas oleh Kementerian Kesehatan, sehingga, alat TCM itu pun hanya diperuntukkan bagi pasien emergency.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Polman, Andi Suaib Nawawi mengungkapkan distribusi cartridge dari Kemenkes sangat terbatas hanya sekitar 100 perbulan. Sementara pemeriksaan swab untuk satu pasien diperlukan dua cartridge.

“Pemeriksaan swab hanya untuk pasien emergency saja, misalnya ada orang operasi, melahirkan atau kecelakaan yang mendesak ditangani itu dilakukan pengambilan swab, bukan pemeriksaan swab hasil tracking atau pelacakan orang per orang,” ujarnya, saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Minggu 6 Desember.

Menurut Suaib, kendala utama pembelian cartridge karena tidak ada dijual umum di pasaran. Dinkes hanya mendapatkan dari Kemenkes sementara Kemenkes juga memperoleh cartridge dari Amerika yang juga jumlahnya terbatas.

“Hanya Kemenkes yang jadi suplayer Cartridge di Indonesia, kita mau beli di mana?” ucapnya.

Terpisah, Direktur RSUD Polman, dr, Anita mengungkapkan untuk skrining pasien terindikasi covid masih tetap dilakukan rapid tes dan hasil foto. Namun untuk penegakan diagnosanya maka harus dilakukan pemeriksaan swab.

“Tapi kalau cartridgenya habis tidak dilakukan pemeriksaan swab tapi sampel pasien dikirim ke Makassar, jadi penegakan diagnosanya tetap hasil swab,” paparnya.

Meski demikian, kata Anita, semua pasien yang masuk ruang UGD tetap dianggap emergency. Namun bila cartridge habis, sampel pengambilan swab pasien dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kalau kirim sampel swab ke Kabupaten Mamuju belum bisa, karena saya sudah koordinasi bidang pelayanan kesehatan di sana, alasannya tenaga masih sementara dilatih,” bebernya.

Anita menambahkan, 120 cartridge dari Mamuju tiba di Polman pekan lalu. Namun sisa persediaan cartridge belum ia ketahui, lantaran estimasi pemakaian cartridge terbilang fluktuatif tergantung jumlah pasien terindikasi covid, baik pasien yang baru masuk maupun pasien kontrol kembali.

“Tergantung pemakaian, kalau banyak pasien covid dipakai lagi, sampai hari ini belum ada pengiriman berarti stok cartridge masih ada,” tuturnya. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *