APBD 2021 Fokus Pemulihan Ekonomi

  • Whatsapp
APBD 2021 Fokus Pemulihan Ekonomi
Gubernur Sulbar, Barat Ali Baal Masdar, bersama Ketua DPRD Sulbar, Sitti Suraidah Suhardi dan Wakil Ketua DPRD, Abd Rahim serta Abd Halim saat rapat paripurna penetapan APBD 2021, Kamis malam 31 Desember 2020.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Barat 2021 telah ditetapkan sebesar Rp2.4 triliun. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan fokus pada pemulihan ekonomi.

Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar menuturkan, APBD tahun anggaran 2021 untuk pendapatan daerah sebesar Rp2,4 triliun dan belanja sebesar Rp2,54 triliun. Sedangkan pembiayaan daerah dialokasikan sebesar Rp 14,649 miliar.

“Dengan ditetapkannya rancangan APBD menjadi perda APBD 2021, saya berharap kepada semua jajaran Pemprov Sulbar untuk segera memulai pelaksanaan tahapan program dan kegiatan yang sudah dianggarkan,” kata Ali Baal, Kamis 31 Desember 2020.

Menurutnya, hasil itu berdasarkan koreksi yang telah dilakukan oleh Mendagri, dimana masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Termasuk pengurangan anggaran.

“Yang dikoreksi itu ada beberapa hal, ya kira-kira yang bukan kewenangan-kewenangan yang memang harus dilaksanakan oleh daerah ya kita konsisten laksanakan, yang dikoreksi agar tidak dilaksanakan, pengurangan anggaran pasti ada karena masa pandemi ini kita mengalami keterbatasan,” jelasnya.

Ia berharap di tahun 2021 tidak ada lagi keterlambatan realisasi yang pada akhirnya akan berujung pada penumpukan kegiatan di akhir tahun.

“Saya berharap kita dimasa pandemi ini terus bersemangat dan berjuang untuk memajukan daerah kita,” ujarnya.

Ali Baal berharap seluruh stakeholder agar terus bisa menjaga kekompakan demi kemajuan daerah.

“Kita berharap kekompakan terus terjaga termasuk Forkopimda dan instansi vertikal agar bisa kompak selalu termasuk seluruh OPD dan jajarannya. Termasuk bagi orang-orang yang mau memajukan Sulawesi Barat, khususnnya masyarakat secara umum,” ucap mantan Bupati Polewali Mandar dua periode tersebut.

Ali Baal juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD Sulbar yang telah memberikan perhatian serius dan kerjasama yang terjalin dengan baik sehingga proses pembahasan ranperda APBD dapat diselesaikan, walaupun berada di penghujung akhir tahun 2020.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penetapan ranperda tentang rencana umum energi daerah. Ia berharap Provinsi Sulbar dapat menjamin ketahanan energi dengan cara menyiapkan pasokan energi dan mengoptimalkan potensi energi daerah secara optimal hingga tahun 2050.

Sementara Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Sitti Suraidah Suhardi mengatakan pihaknya bersyukur APBD 2021 dan beberapa ranperda telah diselesaikan tepat pada tanggal 31 Desember 2021.

Meski masih ada beberapa koreksi yang harus dilaksanakan. Termasuk pengurangan anggaran, dan adanya Silpa sehingga menurut Suraidah hal itu akan menjadi fokusnya.

“Ada beberapa catatan yang menjadi perhatian kita, juga kita melakukan pengurangan anggaran,” kata Suraidah.

Ia menjelaskan, yang paling utama adalah mandatoris pending telah terpenuhi. Kemudian penambahan pendapatan tujuannya agar OPD dapat meningkatkan PAD Sulawesi Barat.

“Kita menambah pendapatan supaya OPD ini bisa bersemangat mencapai PAD,” ucapnya.

Ia berharap, di masa pandemi Covid-19 saat ini masyarakat bisa terbantu dengan adanya stimulus UMKM yang disiapkan, guna melakukan pemulihan ekonomi. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *