Karang Taruna Polman Susun Program Kerja

  • Whatsapp
Karang Taruna Polman Susun Program Kerja
Ketua Karang Taruna Polman, Irfan berdiskusi membahas program kerja.

POLEWALI, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pasca dilantik Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, Selasa 5 Januari, jajaran pengurus Karang Taruna periode 2021-2026 Polman menggelar pertemuan. Agenda ini membahas rencana program kerja.

Kendati dualisme kepemimpinan organisasi Karang Taruna di Polman masih berpolemik, namun, Ketua Karang Taruna di bawah nahkoda Irfan Pahri sudah mulai mempersiapkan program kerja.

Dalam pertemuan tersebut, Irfan Pahri, enggan berkomentar terlalu jauh terkait dualisme kepengurusan organisasi Karang Taruna di Polman. Sebab dirinya hanya mau bekerja saja sesuai surat keputusan (SK) dan pengukuhan pengurus karang taruna oleh Bupati Polman.

“Kalau untuk menanggapi itu saya tidak mau buang energi debat kusir dengan kubu sebelah,” ungkapnya.

Pahri memaparkan, hal ihwal Karang Taruna kabupaten asalnya dari Karang Taruna kecamatan, hasil daripada temu karya luar biasa. Menurutnya menghadirkan pengurus Karang Taruna lama tidak wajib hukumnya.

“Yang wajib itu si pemilik suaranya di mana, karena kita berasal dari kepengurusan kecamatan. Pak Bupati hanya menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pembina umum,” jelasnya.

Menurut Irfan, saat ini pihaknya tengah fokus bekerja, mulai dari hal sederhana yang tidak mengeluarkan biaya besar tapi hasilnya bisa terlihat dan dirasakan oleh masyarakat. Misalnya dari aspek olahraga.

“Harus kita bikin olahraga sehat, setiap pagi misalnya membersihkan apa? Kita cari peluang yang bisa menghasilkan peluang keuangan nantinya,” ujarnya.

Selain itu, kata Irfan, ia juga berupaya mencari solusi agar hasil bumi Kabupaten Polman bisa memperoleh tempat di pasaran.

“Masalahnya ini adalah market, jadi kita akan cari market dari luar untuk membeli hasil bumi, bagaimana kita viralkan UMKM kita supaya produksi lokal kita bisa maju,” ucapnya.

Dari sisi anggaran, Irfan mengakui dalam aturan diperbolehkan organisasi Karang Taruna mendapatkan dana dari APBD serta APBN.

“Tapi saya mengimbau untuk tidak meminta dulu karena saya tidak mau dalam kepengurusan baru ini tercipta image bahwa anak Karang Taruna itu kerjanya hanya ajukan proposal dan lain sebagainya,” tuturnya. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *