Lahan Pembangunan Shelter Segera Dirampungkan

  • Whatsapp
Lahan Pembangunan Shelter Segera Dirampungkan
Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar melakukan pertemuan bersama pemilik lahan, di Polewali Mandar, akhir pekan kemarin.

POLEWALI, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulbar akan bebaskan lahan seluas 2,5 hektare untuk membangun Shelter.

Shelter tersebut akan dijadikan sebagai hunian sementara penunjang pelayanan Penyeberangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Pelabuhan Tanjung Silopo di Polewali Mandar.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan ia sudah melakukan negosiasi dengan warga pemilik lahan.

Menurutnya, kebutuhan lahan itu sangat penting untuk melakukan percepatan pembangunan Shelter. Sebab operasi penyeberangan perdana PMI Sulbar – Malaysia ditarget terselenggara tahun ini.

“Tahun ini sudah harus jalan, dan tadi kita sudah sepakati harga lahan warga berapa dibayarkan,” kata Ali Baal usai melakukan pertemuan dengan sejumlah warga pemilik lahan di Tanjung Silopo, Polewali Mandar, akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, setelah dibayarkan segera dimulai pekerjaan untuk pematangan lahan agar secepatnya Shelter dibangun.

Sementara Kepala Biro Tata Pemerintahan Sulbar Saleh Rahim mengatakan, tujuan pembangunan Shelter tersebut sebagai tempat penampungan para PMI yang akan berangkat maupun tiba di Pelabuhan Tanjung Silopo.

Saleh menuturkan, kebutuh lahan, 2,5 hektare itu telah menyasar 16 pemilik lahan. Namun melalui pertemuan dengan pemilik lahan telah menyepakati harga Rp176 ribu per meter. “Ini ditetapkan melalui tim aprasial atau tim penilai,” jelasnya.

Ia juga, mengaku terdapat lima rumah akan dilakukan relokasi. Namun solusinya ditempuh dengan membuat kesepahaman dengan pemilik rumah.

“Pemilik rumah sepakat memindahkan rumahnya dan pemerintah yang akan membantu pembangunan rumahnya,” beber Saleh.

Menurutnya, bangunan fisik Shelter, nantinya akan mendapatkan dukungan dari Kementerian Sosial.

Menurut pemilik lahan Andi Mukhtar, permintaan warga setelah direlokasi adalah dibangunkan akses jalan ke lokasi mereka pindah.

“Itu harapakan kita setelah direlokasi, dibuka jalan, ini untuk memperluas lagi wilayah Silopo dan nanti bisa jadi jalan alternatif atau lingkar. Nah terkait patokan harga kami sudah sepakat,” jelas Andi Mukhtar.

Selain Shelter, Pemprov juga sementara membenahi gedung dan kantor Layanan Terpadu Satu Atap penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (LTSA PP-PMI).

Pantauan Gubernur di LTSA PP-PMI sejumlah mobiler dan server untuk pencatatan sipil dan kependudukan serta server keimigrasian masih dalam kemasan. Ali Barharap pemasangan fasilitas tersebut segera diselesaikan.

“Kita harus cepat dan semuanya sudah harus siap,” tegas Ali saat memantau progres penyiapan gedung LTSA PP-PMI di Polman, kemarin.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulbar, Bakhtiar mengatakan, gedung kantor LTSA PP-PMI dipersiapkan sebagai tempat pelayanan segala urusan administrasi bagi PMI yang akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Silopo.

“Di sinilah pengurusan paspor dan adminsitrasi lainnya bagi PMI,” ucapnya.

Pemprov Sulbar juga mendapat dukungan dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) melalui BP3TKI Makassar dengan dukungan SDM dan mengkoordinasikan dengan instansi-instansi lainnya, seperti Imigrasi dan BPJS Ketenagakerjaan. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *