Mobil PCR Belum Berfungsi Maksimal

  • Whatsapp
Mobil PCR Belum Berfungsi Maksimal
Sekprov Sulbar Muhammad Idris saat melaunching mobil PCR pada Oktober 2020 lalu.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Mobil polymerase chain reaction (PCR) senilai Rp3,5 miliar tak kunjung beroperasi.

Mobil yang didatangkan pada Oktober 2020 lalu sejatinya digunakan sebagai laboratorium keliling untuk mendeteksi sampel terkait Covid-19.

Kepala UPT Balai Laboratorium Kesehatan (Labkes) Sulbar, Andi Hadra Pasamula mengatakan mobil itu hanya beroperasi sebentar kemudian berhenti. Alasannya karena SDM terbatas.

“Pernah digunakan, cuman karena SDM, yakni dokter penanggung jawab, dokter spesialis patologi kliniknya tidak ada, makanya tidak dipakai,” kata Hadra, Senin 11 Januari.

Ia menjelaskan, dokter spesialis patologi klinik yang sempat bertugas saat itu terlalu sibuk sehingga mengundurkan diri. “Sementara kami mencari dokter spesialis patologi klinik. Kalau sudah ada siap dijalankan kembali. Kabarnya, sudah ada dari kabupaten Majene,” ujarnya.

Alasan lainnya, alat-alat laboratorium di dalamnya sangat sensitif sehingga dikhawatirkan rusak saat dipakai berkeliling. Mobil PCR itu kini hanya terparkir di depan ruang karantina RSUD Regional Sulbar.

Awalnya, sempat difungsikan. Namun tak keliling. Mobil itu stanby di tempat menunggu sampel dari tenaga kesehatan yang berkeliling mengambil sampel.
Padahal tujuan awal pengadaan mobil yang dibeli menggunakan dana refocusing atau Biaya Tak Terduga (BTT) itu guna mempercepat dan mempermudah pemeriksaan swab test Covid-19.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, dr Muhammad Ikhwan, juga mengatakan hal yang sama.

“Sudah pernah (difungsikan, red) tapi mandek lagi. Sepertinya masalah SDM. Saya tidak berani komen terlalu jauh tentang itu,” ungkapnya.

Hanya saja, Kepala Dinkes Sulbar, dr Alief tak berkomentar banyak. Dirinya hanya membantah jika ada yang mengatakan mobil tersebut tidak pernah digunakan.

Pada pertengahan Oktober 2020, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris melaunching mobil laboratorium PCR itu. Idris mengatakan, tujuan pengadaan mobil tersebut untuk lebih mempermudah masyarakat di seluruh kabupaten di Sulbar melakukan tes swab.

“Sulbar merupakan salah satu provinsi ketujuh tercepat yang mendapatkan mobil itu dan satu unit mobil dibanderol cukup mahal,” kata Idris.

Sebelumnya Kepala Dinkes Sulbar, dr Alief Satria mengatakan mobil PCR itu dilengkapi dua mesin uji sampel dengan peralatan standar WHO. Mobil itu awalnya direncanakan untuk beroperasi hingga ke kabupaten-kabupaten.

Namun demikian, Alief mengaku khawatir alat yang ada di dalamnya rusak, jadi staf yang keliling mengambil sampel ke beberapa daerah.

“Agak sensitif ini alat dia bergerak ke sana kemari, tidak mudah karena alat-alat elektronik yang sensitif sehingga kecepatannya harus diatur. Kalau tidak ada terlalu urgen tidak usah turun (jalan, red). Nanti staf yang turun,” jelasnya.

Ia mengaku idealnya ratusan sampel bisa diuji setiap hari. Pihaknya juga sudah sudah melatih analis, elektro medis, patologi klinik/dokter laboratorium dan dua driver.

“Ada dua mesin, 32 sampel jadi 64 untuk tiga jam pertama. Sehari bisa ratusan sampel diuji. Hari itu juga bisa keluar kalau tidak antre,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *