Pembatasan Aktivitas Jangan Rugikan UMKM

  • Whatsapp
Pembatasan Aktivitas Jangan Rugikan UMKM
Pedagang menunggu pembeli. (Foto: Idrus Ipeng)

MAKASSAR, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pengusaha diminta bersabar selama sepekan. Meski sudah diputuskan lanjut, evaluasi pembatasan aktivitas malam tetap terbuka untuk dilakukan.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meminta agar pemkot melakukan kajian. Pasalnya, kunci pandemi adalah penerapan protokol kesehatan. Utamanya penggunaan masker baik di restoran, kafe, maupun tempat usaha lainnya.

Nurdin meminta agar Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin tetap melakukan evaluasi atas efektivitas penerapan aturan ini. Terutama terkait dampak pemberlakuan jam malam.

“Kuncinya itu masker. Kadang kalau di restoran, masker dilepas. Harusnya setelah makan pakai lagi maskernya baru ngobrol. Harusnya begitu kan,” ujar Nurdin, Senin, 4 Januari.

Nurdin meminta pemkot untuk tetap memperhatikan UMKM yang terdampak. “Ini seminggu saja. Sudah itu kita akan lebih ketat. Nanti saya coba minta Pak Wali untuk bantu (UMKM terdampak),” tambahnya.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menilai, sejauh ini kebijakan tersebut cukup efektif. Namun memang, hasilnya belum bisa dilihat. Masih butuh beberapa waktu.
Menurutnya, pemkot tidak akan menutup mata terkait kebijakan ini. Akan etapi, di satu sisi, pemkot ingin masyarakat menyadari kebijakan ini dilakukan demi kepentingan bersama.

“Usaha itu kan tidak dilarang. Beda kalau PSBB. Harusnya ada kesadaran dari pelaku UMKM kalau tadinya jam 7 sampai 9 malam mungkin digeser jam jam 5 sampai 7 malam, karena nanti pasar akan tetap mengikut,” ucap dia.

Kebijakan ini dikauinya bakal memberi dampak positif dan negatif. Hanya saja, kondisi memaksa harus ada kebijakan yang paling rasional.

“Kalau kita berbicara keselamatan, kita tidak berpikir lagi siapa yang diuntungkan dan dirugikan. Bahwa dalam setiap kebijkan itu pasti ada yang untung dan rugi,” terangnya. (fin/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *