Program Bangga Kencana Lampaui Target Nasional

  • Whatsapp
Program Bangga Kencana Lampaui Target Nasional
Kepala BKKBN Sulbar Nuryamin menyampaikan hasil program Bangga Kencana. Jumat 8 Januari 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan realisasi program Bangga Kencana selama tahun 2020 sesuai target nasional.

Kepala BKKBN Sulbar Nuryamin menjelaskan terkait program Bangga Kencana yang telah dilaksanakan selama tahun 2020. Merupakan program target prioritas nasional.

Nuryamin menjelaskan peran Kelompok kegiatan masyarakat sebagai motor penggerak sosialisasi keluarga berencana tingkat masyarakat lapisan bawah terus dimaksimalkan oleh BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat.

Tercatat hingga akhir tahun 2020, jumlah kesertaan Pasangan Usia Subur (PUS) ber -KB di kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL, UPPKS) yang ada di Sulbar di atas 80 persen. Secara Nasional capaian PUS ber-KB pada setiap kelompok kegiatan di Sulbar yaitu BKB (82,1%), BKR (78,8%), BKL (76,4%), dan UPPKS (82,0%).

“Keberadaan kelompok kegiatan dalam upaya pembinaan kesertaan ber-KB sangat signifikan, olehnya pihak BKKBN terus memaksimalkan peran kegiatan ini selain juga terus memaksimalkan hal lainnya,” kata Humas Pranata BKKBN, Dermawan bersama Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Sulbar, Nuryamin.

Ia menjelaskan, sasaran strategis 2020 diantaranya angka prevalensi kontrasepsi modern target 55,64 persen. Sementara pencapaian hingga 77,11 persen.

Selanjutnya presentase peserta KB aktif MKJP target 27,19 persen. Raealisasi 87 persen (162,022 persen).

Kemudian presentase kebutuhan ber-KB yang terpenuhi target 37,17 persen dengan pencapaian 8,67 persen, angka ini makin kecil menunjukan tingkat keberhasil.

Ia menambahkan, PRO PN (Proyek prioritas nasional) tersedianya alat kontrasepsi di 128 fasilitator kesehatan (faskes), meningkatkan pengetahuan keluarga, memiliki baduta tentang 1000 HPK (42,109 keluarga).

“Capaian proyek prioritas nasional yakni memenuhi kebutuhan alkon di faskes capaian kegiatan 97,7 persen. Sementara capaian anggaran 99,9 persen. Target 128 faskes capaian 100 persen,” ucap Nuryamin.

Sementara BKL yang melaksanakan 7 dimensi lansia tangguh dan PJP dalam pencapaian kegiataannta 100 persen, dengan pencapaian anggaran 96,3 persen.

Untuk penguatan peran keder BKR dan PIK remaja edukasi kespro dan gizi bagi putri sebagai calon ibu capaian kegiatan 100 persen dan capaian anggran 91,0 persen.

Selain itu, Nuryamin juga menjelaskan peran BKKBN Sulbar di tengah pandemi Covid-19. Beberapa langkah yang dilakukan diantaranya memastikan ketersediaan Alkon (alat kontrasepsi) pada setiap layanan kesehatan.

“Jadi memang upaya kita sekrang guna mencegah terjadinya kehamilan dimasa pandemi ini, kebutuhan sarana kontrasepsi itu kita pastikan semua faskes yaitu pustu, puskesmas, rumah sakit maupun sarana-sarana pelayanan kesehatan lainnya yang berkaitan pelayanan KB itu kita pastikan tidak boleh kosong alkonnya,” jelas Nuryamin

Menurutnya haram hukumnya alkon kosong pada setiap layanan kesehatan yang berkaitan dengan layanan KB.

“Saya sudah sampaikan kepada kepala dinas KB yang ada di kabupaten sampaikan kalau ada alat kontrasepsi yang kosong insyaallah kami penuhi. Ingatki gratis tidak ada pembayaran tidak ada upah-upah atau apapun,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *