Tiga Menteri Berkunjung ke Sulbar

  • Whatsapp
Tiga Menteri Berkunjung ke Sulbar

FOTO: IDRUS IPENK
Tiga Menteri saat melakukan kunjungan ke tenda pengungsian korban gempa di Kabupaten Mamuju, Kamis 28 Januari 2021.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Tiga menteri melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Barat, Kamis 28 Januari. Mereka melakukan evaluasi pananggulangan bencana gempa bumi.

Ketiga menteri yang tiba secara bersamaan tersebut adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, Menteri Sosial Tri Rismaharini serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Mereka didampingi Gubernur Sulawesi BaratAli Baal Masdar dan Sekprov Sulbar Muhammad Idris.

Sebelumnya mereka melakukan kunjungan ke daerah Ulumanda Kabupaten Majene, kemudian bertolak ke posko induk pengungsian. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kedaan para pengungsi pasca gempa yang terjadi dua pekan lalu.

Pada kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, juga meninjau dapur induk di Stadion Manakarra Mamuju. Sekaligus mencicipi makanan para pengungsi yang disiapkan oleh TNI dan Tagana Dinas Sosial.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa makanan yang tersedia betul aman untuk dikonsumsi para pengungsi.

Muhajir Efendi, menjelaskan terkait penanganan yang dilakukan oleh kementesrian terkait agar betul bisa maksimal, termasuk untuk penanggulangan infrastruktur yang akan dilakukan secara bertahap.

“Penanggulangan untuk gempa akan dilakukan secara bertahap setelah pasca tanggap ini akan menuju transisi rehab recon,” kata Muhajir saat dikonfirmasi, Kamis 28 Januari, di stadion Manakarra.

Menurutnya, rehab recon tersebut nantinya akan lakukan identifikasi infrastruktur yang rusak kemudian perumahan yang rusak dan fasilitas umum akan diidentifikasi terkait kondisi fisik yang mengalami kerusakan baik ringan, sedang dan berat.

Dimana ia menjelaskan, bahwa penanganan itu akan melibatkan pemerintah daerah.

“Rusak ringan akan ditangani oleh pemerintah daerah, sedangkan untuk rusak berat akan ditangani oleh pemerintah pusat,” ucapnya.

Ia juga berharap, setelah perpanjangan masa tanggap bencana semua bisa kembali normal sehingga tidak ada lagi perpanjangan masa tanggap.

Sementara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, mengatakan bahwa kehadiranya bisa memberiakan semangat kepada para pengungsi khususnya perempuan, ibu dan anak.

Sebab menurutnya. Apa yang menjadi harapan anak-anak adalah tanggung jawab bersama bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab negara, pemerintah dan pemerintah pusat termasuk lembaga masyarakat.

“Harapan kita, walaupun di tempat pengungsian, apa yang menjadi hak mereka dalam kondisi mereka harus terpenuhi,” jelasnya.

Termasuk untuk pemenuhan kebutuhan yang menjadi prioritas terhadap para pengungsi.

“Kita ada pos ramah perempuan dan anak. Pos ramah perempuan dan anak ini layanan psikososial yang menjadi prioritas di samping pemenuhan kebutuhan-kebutuhan spesifik bagi mereka,” ujarnya.

Terlebih lagi untuk perempuan, khususnya untuk ibu hamil dan menyusui.

“Kedepan di tempat pengungsian ini banyak ibu hamil. Inilah yang akan carikan solusi pendampingan apakah nanti akan kita koordinasikan dengan IBI,” ujarnya.

Pendampingan dengan ikatan bidan itu, akan dilakukan untuk ibu-ibu hamil yang berada di pengungsian, dengan psikososial agar dimasa kehamilan tidak mengalami stres.

Sementara itu Menteri Sosial Tri Rismaharini, menjelaskan para pengungsi yang berada di pengungsian bukanlah keinginan para pengungsi, tetapi karena kondisi. Meski dengan segala keterbatasan.

“Tapi semoga bisa terus berikan yang terbaik, minimal mereka tidak kekurangan makan,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, hasil dari kunjungan tersebut nantinya akan di laporkan ke Presiden.

“Nanti hasil dari kunjungan ini dievaluasi dan dilaporkan ke Presiden untuk kondisi di pengungsian,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *