Bantu 100 Huntap, Kapolri Apresiasi Pemprov Sulsel

  • Whatsapp
Bantu 100 Huntap, Kapolri Apresiasi Pemprov Sulsel
Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, melakukan peletakan batu pertama pembangunan huntap bersama Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, di Mapolda Sulbar Jumat 12 Februari 2021. (FOTO: IDRUS IPENK)

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Listyo Sigit Prabowo, mengapresiasi langkah cepat Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, dengan memberikan respon cepat terhadap masyarakat Sulawesi Barat.

“Tentunya apresiasi kepada Bapak Gubernur, beliau memberikan bantuan terhadap anggota (Kepolisian) yang ada di wilayah Polda Sulbar, khusunya yang ada di Polda, dengan pemberian bantuan bangunan hunian tetap sebanyak 50 unit, dan kata beliau tadi nanti akan ditambah lagi,” kata Sigit Prabowo dalam sambutannya, di kantor Polda Sulbar, Jumat 12 Februari .

Menurut Sigit Prabowo, bantuan 50 unit hunian tetap (huntap) ini merupakan sebuah nilai persaudaraan dan kemanusiaan dari Pemprov Sulsel untuk masyarakat Sulbar. Khususnya anggota kepolisian di Polda Sulbar.

“Bagi kami itu tentunya merupakan bentuk dari suatu nilai persaudaraan, nilai persahabatan walaupun beliau berada di Sulawesi Selatan. Tapi karena beliau merasa anggota yang berada di Sulawesi Barat ini adalah keluarga beliau,” ucapnya.

“Maka walaupun bukan di wilayahnya, namun beliau tetap mau datang. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dari keluarga besar Polri,” imbuhnya.

Diketahui dalam kunjungannya ke Sulbar selain melakukan peletakan batu pertama, Kapolri juga memberikan beberapa bantuan kepada jajaran anggotanya di Sulbar.

Seperti 2 unit mobil Support Randurlap, 2 unit mobil Ambulans, 1 unit mobil Jenazah, 300 unit Veldbed Almenium, 40 box Swab Anti Gen, 40.000 PCS Masker Medis, 10.000 botol Handsanitizer, 25 Tolilet Portable, 20 ton Beras dan 5 tenda pleton.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban dan piluh para personel yang terkena dampak gempa. Sekaligus sebagai upaya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah kondisi piluh demi mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, menceritakan kehadirannya di Sulbar untuk memberi support dan dukungan bagi masyarakat Sulbar termasuk kepolisian, TNI dan Pemprov Sulsel yang turun melihat langsung kondisi di hari pertama gempa di Sulbar.

“Bapak Kapolri yang saya hormati, izin melaporkan Pak. Hari pertama gempa, kami bersama Kapolda Sulawesi Selatan dan Pangdam Hasanuddin langsung ke Mamuju ikut membantu Pak Kapolda Sulbar untuk mengambil langkah-langkah awal,” ujarnya.

“Kami dan Sulsel langsung meminta PLN dan PT Telkom untuk segera ke sini dan kami mempersiapkan tenaga medis satu pesawat atas bantuan Garuda dan dua kapal Angkatan Laut untuk memuat logistik ke sini, bantuan dari Sulsel,” lanjutnya.

Nurdin Abdullah juga memberikan bantuan 100 unit Rumah Hunian Tetap (Huntap) khusus untuk korban gempa yang ada di Sulawesi Barat (Sulbar). 100 unit Huntap tersebut terbagi dua, 50 unitnya diberikan kepada anggota kepolisian Polda Sulbar. Sedangkan 50 unitnya untuk masyarakat umum yang kena dampak gempa bumi belum lama ini.

“Tentu kami hadir di sini memberikan support kepada seluruh masyarakat Sulbar, bukan kita berlebihan tapi kami merasakan kepedihan atas gempa yang terjadi di Sulbar ini. Sehingga kami menyiapkan 100 rumah, 50 Kapolda walaupun 50 sebenarnya belum cukup, kami sudah merekam itu dan 50 lagi di Provinsi Sulbar,” jelas Nurdin Abdullah.

Menurutnya, huntap ini merupakan pembangunan rumah instan yang dikerjakan langsung oleh kontraktor spesialis rumah anti gempa. Pekerjaan pun hanya diselesaikan dalam waktu 90 hari untuk 50 unitnya.

“Bangunan ini sudah bangunan tahan gempa dan memang atas rekomendasi PUPR. Bangunan ini insyaallah akan selesai dalam paling lama 90 hari, tapi tadi beliau mengatakan insyaallah 60 hari akan kita selesaikan. Jadi mudah-mudahan ini berjalan lancar semua,” jelasnya.

Menurut Nurdin, pekerjaan persatuan unit rumah ini dikerjakan dalam waktu 12 hari sudah selesai. Hal tersebut didukung dengan adanya komponen dari rumah tersebut barang sudah jadi.

“Jadi rumah ini dibangun 12 hari selesai. Kenapa 12 hari selesai? Karena memang ini perusahaan dia sudah produksi semua mulai dari pintu, atap dan semuanya. Jadi tidak ada produk-produk dari luar, jadi memang sudah menjadi sebuah rumah,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *