Bencana Gempa dan Covid-19, Harus Jadi Fokus Utama Bupati Majene

  • Whatsapp
FOTO:IST
PELANTIKAN. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Sekprov Muhammad Idris, saat melantik Bupati Majene, Lukman, di rumah jabatan Gubernur Sulbar, Senin 1 Februari 2021. 

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengingatkan agar Lukman sebagai Bupati Majene definitif fokus pada penanganan gempa dan Covid-19.

Hal itu dikatakan Gubernur usai melantik Lukman sebagai bupati Majene definitif, Senin 1 Februari, di Rumah Gubernur Sulbar.

Bacaan Lainnya

Ali Baal Masdar, menyampaikan kepada Bupati Majene, Lukman, bahwa pasca pelaksanaan pilkada di Majene seluruh aktivitas di daerah tersebut bisa kembali berjalan normal.

“Kedepan tidak terjadi kelompok dalam masyarakat tentang perbedaan pilihan yang pernah ada,” kata Ali Baal.

Kedepan masalah perbedaan pilihan di Kabupaten Majene, tidak ada lagi. Menurutnya seluruh masyarakat Majene harus kembali memupuk rasa kekeluargaan.

“Semua harus dipersatukan kembali dengan niat dan langkah kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, Bupati Lukman, sebagai pelanjut dapat memaksimalkan visi, misi dan program kerja di sisa masa jabatan yang telah direncanakan.

Kemudian menurutnya, Bupati harus melakukan konsolidasi pemulihan kondisi pelayanan pemerintahan kemasyarakatan dan pembangunan pasca gempa bumi, tanah longsor yang menimpa Kabupaten Majene khususnya wilayah yang terdampak gempa.

“Ini juga menjadi tugas saudara Bupati untuk menjaga agar penyelenggaraan pemerintahan tidak diwarnai oleh perbedaan dan diskriminasi antara semua komponen masyarakat,” jelasnya.

Ali Baal juga berharap Bupati Majene yang baru dapat turut serta mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan memaksimalkan segala aktivitas melalui penerapan protokol kesehatan.

Usai dilantik, Bupati Majene, Lukman menyampaikan, sesuai amanat undang-undang ketika Bupati meninggal dunia maka secara otomatis Wakil Bupati akan menggantikan kedudukan selaku kepala daerah kabupaten/kota.

Terkait bencana gempa bumi yang melanda Majene dan Mamuju, apalagi terjadi gempa susulan, Minggu 31 Januari 2021, mau tidak mau, para warga kembali melakukan pengungsian ditendanya masing-masing, dimana sebelumnya sudah mulai kembali beraktivitas di rumah masing-masing.

“Terkhusus bagi daerah terisolir, pihak pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten telah berupaya membuka daerah-daerah terisolir. Disamping itu, kami mendata kebutuhan-kebutuhan warga kita yang mendesak misalnya air bersih, MCK, dan tentu layanan lainnya,” ujar Lukman.

Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Bupati Majene tersebut dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan pasal 173 ayat 4 undang-undang Nomor 10 tahun 2016, tentang perubahan kedua Undang-undang Nomor 1 tahun 2014. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *