Covid-19 Makin Tak Terkontrol

  • Whatsapp
Covid-19 Makin Tak Terkontrol

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Kasus terkonfirmasi Covid-19 pasca gempa di Sulbar meningkat tajam. Peningkatan itu dikarenakan seluruh pihak masih mengabaikan protokol kesehatan.

Berdasarkan jumlah kasus Covid-19 sebelum gempa di Sulbar per tanggal 14 Januari 2021 sebanyak 2.559 dengan jumlah sembuh 1.963 dan meninggal 59 orang.

Bacaan Lainnya

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sulbar, Safaruddin Sanusi, angka tersebut mengalami peningkatan dua kali lipat, jika dibandingkan sebelum gempa.

“Jumlahnya meningkat dua kali lipat pada tanggal 14 Januari sudah 2.559 positif dengan sembuh 1.963 meninggal 59 orang,” kata Safaruddin, Senin 22 Februari 2021.

Sementara lanjutnya, data per tanggal 22 Februari 2021 kasus positif mencapai 5.091 sembuh 3.452 dan meninggal 99 orang.

“Angka ini sangat tinggi sekali, dibandingkan 11 bulan yang lalu, memang 11 bulan yang lalu sekitar 2.559, sementara pertanggal 22 Februari angkanya mencapai 5.091. Itu artinya Covid-19 di Sulbar sangat luar biasa,” ucapnya.

Ia menjelaskan, meningkatnya angka tersebut dipicu karena kondisi di pengungsian korban gempa yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Hal itu tidak bisa dihindari karena di lokasi pengungsian, pengungsi saat itu tidak lagi menggunakan masker, tidak ada lagi phisical distancing,” ujarnya.

Itu diperkuat dengan banyaknya pengungsi yang menempati tenda dengan kapasitas melebihi dari jumlah seharusnya.

Selain itu juga ia menjelaskan bahwa, peningkatan jumlah terpapar Covid-19 bisa disebabkan karena banyak relawan yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Pada saat tanggap darurat itu fasilitas mengenai penangan covid sangat minim. Kemudian saat meninggalkan rumah ketika gempa, banyak masyarakat tidak membawa masker. Kondisi itu juga dipengaruhi karena adanya hujan, ini juga yang menyebabkan angka covid meningkat,” bebernya.

Sementara pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr Didi Asran, meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di pengungsian. Lantaran telah terjadi kasus peningkatan Covid-19.

“Masyarakat kurang disiplin menjaga protokol kesehatan di pengungsian sehingga positif Covid-19 bertambah. Perlu peduli dan waspada dengan risiko tertular Covid-19,” jelasnya.

Ia mengatakan, tenaga kesehatan akan terus memantau dan mengantisipasi perkembangan penyebaran Covid-19 melalui 3T yakni penelurusan kontak erat dan treatmen atau tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19.

“Bencana gempa ini memang memberi dampak yang luar biasa. Tetapi kita harus tetap peduli dengan protokol kesehatan dan seharusnya harus lebih waspada lagi,” tandasnya. (idr/sol)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *