Covid-19, Tahanan Jaksa Meninggal

  • Whatsapp
Covid-19, Tahanan Jaksa Meninggal
Kantor Kejari Polman.

POLEWALI, SULBAREXPRESS.CO.ID – Satu orang tahanan Kejaksaan meninggal dunia di RSUD Polewali, Sabtu 13 Februari lalu. Tahanan berinisial DJ tersebut dinyatakan positif Covid-19 oleh pihak rumah sakit kemudian dikebumikan secara covid di Desa Mammi, Kecamatan Polewali.

Kasi Pidana Umum, Kejari Polman, Adrian membenarkan jika salah seorang tahanan Kejaksaan meninggal dunia karena positif Covid-19. Tahanan tersebut dititip di Rutan Mapolres Polman.

“Iya memang ada, ini surat kematiannya kami masih menunggu dari RS,” terangnya saat dihubungi via telepon selulernya, Selasa 16 Februari.

Menurut Adrian, sebelum menghembuskan napas terakhirnya, tahanan ini hampir sepekan dirawat intensif di ruang isolasi RSUD Polewali. “Pertama kami titip di Polres.
Setelah itu Polres memberitahukan kami bahwa tahanan tersebut sakit, subuh itu juga dibawa ke RS dan langsung ditangani,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Adrian, tak lama berselang masuk di RSUD Polewali, tahanan ini dinyatakan reaktif Covid-19.

“Pas masuk di swab, langsung positif Covid-19 lalu di bawa ke ruang isolasi perawatan pasien covid,” ujarnya.

Meski demikian, kata Adrian, pada saat tahap II lalu, pihaknya menerima tahanan tersebut dari penyidik, memang belum menunjukkan ada gejala dan hasil rapidnya negatif.

“Cuma pas dititip di Polres sembari menunngu pelimpahan, dia sudah mulai ada gejala,” tambahnya.

Adrian menambahkan sejak dirawat di RS, dari awal keluarga almarhum sudah dihubungi akan tetapi ia menduga ada konflik antara almarhum dengan keluarganya.

“Kayaknya dia ada konflik sama keluarganya. Dan waktu penguburan itu keluarganya hadir kok, iya diantarkan saat masuk RS, karena proses sisa nunggu sidang, dan sudah ada jadwal penetapan sidangnya, sudah ditangani memang cuma ajalnya mungkin yah,” tuturnya.

Terpisah, anak almarhum, Thamrin membenarkan jika sebelumnya sudah dikabari pihak RS bahwa ayahnya dirawat intensif dua hari sebelum almarhum ayahnya meninggal.

“Setelah meninggal saya ditelpon lagi dikabari kalau ayah meninggal. Kemudian saya sendiri gali lubangnya. Namun pemakaman ayah tetap secara covid,” jelasnya.

Tak hanya itu, Thamrin menyampaikan surat hasil lab RSUD bahwa ayahnya positif Covid-19 baru ia terima dua hari pasca almarhum ayahnya dikebumikan. “Saya yang pergi ambil suratnya di RS,” ucapnya. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *