Data Penanganan Dampak Gempa Mulai Dimutakhirkan

  • Whatsapp
Data Penanganan Dampak Gempa Mulai Dimutakhirkan

FOTO: IDRUS IPENK
Tim Transisi Posko Komando penanganan bencana menggelar rapat progres penanganan bencana di Sulbar, Senin 15 Februari 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Progres penanganan dampak gempa di Mamuju dan Majene sudah genap satu bulan. Pemerintah Provinsi menyampaikan seluruh proses penanganan dalam kondisi terkendali.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris yang juga Kepala Posko Komando Tim Transisi mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pemutakhiran data mengenai dampak gempa.

“Evaluasi progres ini kita ingin melihat penanganan yang memang harus kita dahulukan secara terkendali,” kata Idris saat di konfirmasi, Senin 15 Februari 2021.

Seperti halnya data mengenai jumlah masyarakat yang masih berada di pengungsian, data tersebut menurutnya harus dilakukan pembaharuan. Termasuk data mengenai kesehatan dan penangananya.

“Syukur alhamdulillah urusan kesehatan masih bisa terkendali walaupun masih ada kasus-kasus yang agak lambat direspons di lapangan,” jelasnya.

Mengenai data kesehatan menurutnya, seluruh pihak harus bersinergi, untuk memastikan data kesehatan yang berada di pengungsi masing-masing.

“Harus bersinergi semua hingga pemerintahan tingkat bawah, desa atau kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten harus lebih cepat menyampaikan kondisi kesehatan para pengungsi di wilayahnya,” ujarnya.

Pihaknya juga ingin memastikan tidak berkembang penyakit baru. Semisal demam berdarah, diare dan penyakit menular lainnya. Ia khawatir jika penyakit tersebut nantinya tidak terkendali.

Sementara untuk penanganan logistik pihaknya mengaku, tidak akan menyalurkan lagi bantuan jika data dan kebutuhan yang diterima tidak terdata dengan baik.

“Kita ingin pastikan logistik terdata dengan baik. Siapa yang butuh apa dan dimana, nanti kita kasikan. Sekarang kita tidak ingin lagi memberi logistik kepada yang tidak membutuhkan,” bebernya.

Berdasarkan data pengungsi yang dihimpun dari Posko Induk tim transisi penanganan dampak gempa di wilayah Mamuju dan Majene 14 Februari 2021 tercatat di Kabupaten Mamuju sebanyak 37.833 orang. Untuk jumlah pengungsi di atas 100 orang terdapat di 64 titik. Di bawah 100 orang sebanyak 140 titik.

Untuk Kabupaten Majene tercatat sebanyak 10.786 orang. Dengan jumlah pengungsi di atas 100 orang sebanyak 15 titik. Di bawah 100 orang, 6 titik.

Untuk Kabupaten Polewali Mandar, sebanyak 3.685 orang, dengan jumlah pengungsi di atas 100 orang, sebanyak 7 titik. Di bawah 100 orang, 86 titik. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *