Dokumentasikan Gempa Sulbar Lewat Buku

  • Whatsapp
Dokumentasikan Gempa Sulbar Lewat Buku
Kepala Dinas Kominfopers Sulbar, Safaruddin Sanusi, menggelar rapat bersama tim penyusun buku gempa Sulbar, Senin 15 Februari 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfopers) Sulbar berencana membuat buku mengenai gempa yang melanda Majene dan Mamuju.

Hal tersebut disampaikan melalui rapat tim penyusun buku yang akan bekerja untuk mengumpulkan data dan dijadikan sebuah buku sejarah terkait peristiwa gempa Sulbar. Berlangsung di Posko Dinas Kominfopers Sulbar, Senin 15 Februari 2021.

Kepala Dinas Kominfopers Sulbar, Safaruddin Sanusi mengatakan, pembuatan buku tersebut dinilai dapat menjadi salah satu cara penanganan dan pembelajaran mengenai bencana alam kedepan.

“Buku ini dibuat dalam versi satu sejarah, walau pahit tetapi harus dibuat menarik sehingga masyarakat dapat membaca dan memahami betul peristiwa bencana alam yang melanda Sulbar baru-baru ini,” kata Safaruddin, usai rapat.

Ia menambahkan, meski waktu yang dibutuhkan tidak cukup lama namun ia menilai akan menyelesaikan buku tersebut dalam waktu yang cepat.

“Diketahui Sulbar hanya memiliki tiga minggu masa tanggap darurat ditambah dua bulan masa transisi. Itu berarti pemulihan perekonomian Sulbar dinilai cepat dan hal tersebut akan dipublikasikan, yakni salah satunya melalui pembuatan buku sejarah tersebut,” jelasnya.

Sementara salah satu penulis buku yang juga merupakan Komisioner KPU Sulbar, Adi Arwan Alimin mengatakan, dalam pembuatan buku terkait bencana alam yang melanda Sulbar tentu akan melalui berbagai tahapan panjang.

“Pembuatan buku ini tentu melalui tahapan panjang, dikarenakan bencana ini belum selesai sehingga dibutuhkan waktu pengumpulan data yang panjang. Maka dari itu inti dari pertemuan kita ini adalah pengumpulan data, “ucap Adi Arwan, penulis Buku Daeng Rioso.

Ia berharap, sekiranya pembuatan buku tersebut harus didukung penuh dengan foto dokumentasi dari lapangan yang memiliki makna yang mendalam dan diperkuat melalui narasi. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *