Fokus Tangani Bangunan Sekolah

  • Whatsapp
Fokus Tangani Bangunan Sekolah
Salah satu bangunan sekolah yang mengalami rusak akibat gempa 15 Januari 2021 lalu.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Penangan dampak gempa Sulbar terus dimutakhirkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulbar melalui tim transisi. Utamanya terhadap bangunan sekolah yang terdampak gempa di Sulbar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sulbar M Aksan, mengatakan sampai saat ini, pihaknya masih melakukan assesment, terkait angka bangunan di Sulbar yang mengalami kerusakan.

Ia mengaku, saat ini timnya fokus melakukan perobohan bangunan yang mengalami kerusakan utamanya bangunan sekolah. Pihaknya juga masih mengerjakan termasuk untuk pembukaan akses jalan untuk daerah yang terisolir. Tim yang diturunkan oleh PU juga sudah mulai bekerja khususnya di wilayah Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.

“Pengangkutan dan perobohan rumah sekarang kita fokus di Ulumanda, karena di sana juga banyak rumah yang hancur. Untuk dalam kota sesuai hasil rapat kemarin itu sudah klop pendaftarannya, yang sudah terdaftar itu yang akan kita kerjakan lag,” kata M Akhsan saat dikonfirmasi, Selasa 16 Februari 2021.

Sedangkan data yang dihimpun dari Dinas PU provinsi Sulbar menyebutkan ada 153 gedung sekolah di Kabupaten Mamuju dalam kondisi rusak. 76 diantaranya rusak berat, 48 rusak sedang dan 29 terkategori rusak ringan.

“76 sekolah yang rusak berat, terdiri dari, SD dan TK/PAUD masing masing 35 unit. SMA, SMK dan SMP masing masing dua unit yang rusak berat. Sementara gedung SLB hanya mengalami rusak ringan dan sedang,” ucapnya.

Gedung SD menjadi sarana pendidikan yang paling banyak mengalami kerusakan. Jumlahnya mencapai 74 unit. Menyusul gedung TK/PAUD sebanyak 50 unit. Kemudian SMP sebanyak 10 unit, 11 unit SMP, 10 unit SMK, enam SMA dan dua unit SLB.

Sementara itu, setelah dilakukan assesment oleh Dinas PU Sulbar mencatat, sebanyak 77 unit gedung kantor yang rusak di Kabupaten Mamuju. Terdiri dari 33 unit kantor lingkup Pemprov Sulbar, 29 Instansi vertikal dan Pemkab Mamuju 25 unit kantor. Aktivitas perkantoran lingkup Pemprov Sulbar hingga kini masih berlangsung di bawah tenda.

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan menghindari resiko jika terjadi gempa susulan.

“Aktivitas di bawah tenda juga masih diputuskan, sembari menunggu hasil assesment gedung kantor terdampak gempa yang sementara berlangsung. Dinas PU Sulbar masih melakukan assesment kondisi perkantoran di Sulbar,” ujarnya.

“Sampai dengan saat ini, kami telah melakukan assesment sekitar 100 gedung,” lanjutnya.

Ia menuturkan, penanganan bencana gempa kini masa memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan. Masyarakat berharap besar kepada pemerintah pusat maupun daerah agar aktivitas pendidikan dan perkantoran di Sulbar dapat berjalan normal seperti sebelumnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, Prof Gufran Darma Dirawan menjelaskan data tersebut telah dirampungkan di Pos Pendidikan bersama LPMP dan BP-PAUD.

Ia menjelaskan, progresnya telah sampai ke Kementrian, hal itu untuk memastikan seperti apa anggaran yang akan digunakan nantinya.

“Kami sudah rapat dengan Direktorat SMA, SMK, dan SLB, mengenai beberapa hal terutama untuk pengalihan beberapa pendanaan, sehubungan dengan dana DAK dari kementrian,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian bangunan dengan kriteria rusak berat akan ditanggung oleh PUPR, kemudian untuk DAK, sebagian akan digunakan untuk membiayai peralatan yang ada di sekolah.

“DAK ini kami sudah jalan, sudah dalam proses penggambaran dan survei, kemudian mungkin dalam tiga pekan kedepan khsusus untuk bangunan sudah dilelang oleh ULP,” ujarnya.

Ia juga mengaku akan menyelesaikan itu dalam waktu enam bulan, kecuali untuk SMKN 1 Rangas, Mamuju dan SMK 9 Malunda Majene, termasuk di Tappalang karena mengalami rusak parah. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *