Gempa Susulan, Pengungsi Kembali Bertambah

  • Whatsapp
FOTO:IDRUS IPENK
Tampak sejumlah pengungsi kembali ke posko pengungsian akibat gempa susulan terjadi pada Minggu malam 31 Januari 2021.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Ribuan pengungsi kembali memadati posko-posko pengungsian di sejumlah titik di Mamuju.

Hal tersebut dikarenakan sebelumnya terjadi gempa susulan dengan kekuatan 4,4 magnitudo, Minggu malam, 31 Januari. Padahal sebelumnya penyintas yang berada di pengungsian diklaim turun drastis.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Satgas Pemprov Sulbar Moh Natsir, mengatakan, Satgas Bencana Gempa Bumi Sulbar mencatat usai gempa susulan itu jumlah pengungsi saat ini mencapai 82.000 jiwa. Hal ini disebabkan karena gempa susulan cukup membuat warga panik. Mengakibatkan warga kembali ke posko yang daerahnya berada di ketinggian.

Gempa yang terjadi pukul 20.13 wita ini membuat warga kembali berhamburan keluar rumah. Tak sedikit yang mengemas barangnya dan kembali ke titik pengungsian.

Ia juga menjelaskan, dari informasi yang diterimanya sampai saat ini, belum ada laporan korban luka dan korban jiwa akibat gempa ini.

“Sampai hari ini belum ada laporan ada korban dan bangunan rusak, semuanya berjalan normal hanya yang tidak bisa kita hindari terjadinya pengungsian-pengungsian baru setelah gempa. Fakta yang saya terima dari Satgas per 31 Januari 2021 jam 22.00 berjumlah 82 ribu tapi ini pasti naik lagi akibat gempa susulan ini,” kata Natsir, Senin 1 Februari 2021.

Dari pantauan di lapangan, rata-rata pengungsi kembali ke tendanya semula. Seperti di titik pengungsian di Stadion Manakarra, terminal Simbuang, dan Kantor Bupati Mamuju.

“Saya sudah dua hari kembali ke rumah, bersama keluarga tidur di teras rumah. Tapi khawatir gempa lebih besar jadi terpaksa kembali ke Kantor Bupati mengungsi,” kata warga BTN Axuri, Junaedi.

Sementara itu, Senin 1 Februari kemarin, pegawai lingkup Pemprov Sulbar kembali berkantor. Namun karena gempa susulan yang menyebabkan warga berbondong-bondong mengungsi menyebabkan pegawai yang datang untuk berkantor di tenda-tenda belum maksimal.

Para kepala OPD hanya dikumpulkan di rumah jabatan gubernur untuk rapat koordinasi. Menyiapkan OPD kembali melakukan pelayanan di tenda-tenda darurat.

“Kita rapat internal juga untuk memastikan kantor bisa dipakai atau tidak. Apabila tidak bisa dipakai seperti apa boleh buat, kita lakukan apakah memasang tenda atau mencari lokasi yang layak,” kata Sekprov Sulbar Muhammad Idris.

Ia memaklumi jika masih banyak pegawai yang belum bisa masuk kantor karena kembali ke tenda pengungsian. Apalagi masih mengalami trauma.

Kendati demikian dia mengajak agar ASN, PTT dan CPNS yang baru direkrut agar tidak terlena dengan keadaan. Harus ada usaha dan kesadaran sendiri agar masyarakat tetap bisa terlayani. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *