Hari Pertama Bekerja Pasca Gempa, Fokus Pemulihan Infrastruktur

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
RAKOR. Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar bersama Sekretaris Provinsi Muhammad Idris memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala OPD, Senin 1 Februari 2021.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Senin 1 Februari, jajaran Pemprov Sulbar masuk kantor untuk pertama kalinya usai gempa 6,2 magnitudo. Agenda pertama, rapat koordinasi terkait penanganan pasca gempa.

Bertempat di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Barat. Rapat tersebut dipimpin langsung Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, bersama Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris dan Asisten serta Tenaga Ahli dan seluruh OPD lingkup Pemprov Sulbar, guna memastikan seluruh OPD kembali bekerja melakukan pelayanan setelah gempa yang terjadi beberapa pekan lalu pada 15 Januari 2021.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar menjelaskan di hadapan para kepala OPD, bahwa seluruh ASN lingkup Pemprov, untuk kembali bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasanya. Meski harus berada di tenda darurat, seluruh OPD harus kembali bekerja.

Selin itu, ia juga melakukan evaluasi terkait kondisi infrastruktur di masing-masing OPD. Sehingga bangunan yang masih layak digunakan OPD, segera memaksimalkan kembali pelayanan, termasuk program prioritas yang akan dilaksanakan oleh Pemprov Sulbar.

Ali Baal mengemukakan, saat ini semua harus fokus pada pemulihan pembangunan Sulbar. Koordinasi intens dengan semua pihak dan juga Kementerian PU, khususnya Dirjen Cipta Karya sehingga semua bisa cepat action.

“Tetap jalankan program prioritas untuk tahun 2021 dan 2022. Kita juga dalam bekerja harus kompak, apa yang dikerjakan harus prioritas, jangan semua mau dapat anggaran, satu OPD, satu atau dua program saja kalau memang tidak bisa seperti selama ini. Tidak usah terlalu banyak program apalagi kita dalam kondisi bencana. Covid-19 masih melanda ditambah lagi dengan gempa .Yang terpenting adalah program prioritas dan pemulihan pasca bencana,” kata Ali Baal.

Ali Baal juga menyampaikan, saat ini yang menjadi kendala adalah masih banyak puing-puing reruntuhan, dan masih dalam proses pembenahan. Minggu ini diupayakan sudah rampung semuanya dan segera dilaporkan ke pusat untuk secepatya ditindaklanjuti sesuai instruksi presiden.

Ia juga mengimbau agar tetap waspada, karena sesuai informasi BMKG, gempa-gempa susulan akan ada, tapi kekuatannya sudah tidak seperti sebelumnya, dan akan terus menurun, untuk itu, semua harus tetap waspada.

Sementara Sekprov Sulbar Muhammad Idris, juga menjelaskan bahwa rapat internal tersebut juga dalam rangka mendorong kerja-kerja ASN terutama memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus melakukan konsolidasi untuk membuat daerah menjadi lokomotif perubahan dalam menyikapi dampak gempa.

“Kita tidak boleh terlena dan tidak ada usaha untuk memastikan masyarakat kita respon, dengan pertimbangan dan juga proses perencanaan yang baik. Sehingga yang dirapatkan selain koordinasi internal juga memastikan kantor bisa dipakai atau tidak. Apabila tidak bisa dipakai seperti apa why outnya,” kata Idris.

Selain itu menurutnya, hal tersebut juga untuk memantapkan penyusunan berbagi program yang bekerjasama dengan kementerian.

“Pak Gubernur ke Jakarta dan menyusun sebuah catatan perbaikan, apakah kantor pemerintah atau gedung-gedung sekolah infrastruktur jalan itu harus dibuat dalam sebuah blue print perencanaan mengelola dampak gempa,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, rapat tersebut juga untuk menghimpun informasi-informasi membangun kesiapan warga Sulbar lebih familiar atau lebih dekat dengan gempa.

“Sehingga tidak terlalu banyak dampak, jika ada gempa itu tidak lebih banyak korban dari yang ada, itu mau kita pastikan kita kelola dengan baik,” ujarnya.

Kemudian terkait penanganan beberapa infrastruktur yang mengalami kerusakan, pihaknya mengaku bahwa sampai saat ini, hal tersebut masih menjadi tanggung jawab tim Satgas penanggulangan bencana. Dimana menurutnya penanganan tersebut masih didukung oleh pemerintah pusat.

Dari hasil rapat tersebut dihimpun beberapa langkah persiapan yang akan diambil oleh Pemprov Sulbar seperti pemberian pelayanan di masing-masing OPD akan dilakukan di tenda-tenda yang akan disiapkan oleh BPBD. Pemutakhiran data bangunan kantor di masing-masing OPD dan rumah warga serta fasilitas pelayanan publik yang rusak akibat gempa.

Termasuk rencana pembentukan tim satgas ketika masa tanggap selesai, untuk mengelola masa tanggap kedaruratan atau transisi rekonstruksi dan rehabilitasi. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *