Pansus Awasi Penanganan Bencana

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim memimpin rapat pembentukan Pansus Penanganan Bencana.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – DPRD Sulawesi Barat membentuk Pansus Penanganan Bencana Gempa Majene dan Mamuju. Pansus tersebut akan fokus pada penanganan bencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

Nasib para penyintas bencana gempa bumi dengan kekuatan 6,2 Magnitudo pada 15 Januari 2021, hingga saat ini memang masih banyak yang belum jelas. Kondisi ekonomi menjadi salah satu persoalan paling mendasar. Belum lagi kondisi mental mereka. Pun dengan infrastruktur penunjang roda ekonomi.

Bacaan Lainnya

Sehingga menurut Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim, pansus yang dibuat DPRD Sulbar, sebagai bentuk pengawasan yang akan dilakukan DPRD.

Pansus tersebut nantinya akan menjadi solusi bagi terhadap persoalan yang terjadi terkait penanganan dampak bencana di Sulbar, khususnya Majene dan Mamuju.

“Kami bentuk pansus untuk mempercepat pemulihan dan penaganan dengan membentuk tiga pansus,” kata Halim, Senin 1 Februari.

Pansus yang digagas DPRD akan melakukan pengawasan pada tiga pokok utama. Pertama pansus pengawasan, rehab dan konstruksi pasca bencana, kemudian pansus percepatan dan pemulihan dampak sosial ekonomi masyarakat, termasuk Pansus pengawasan penggunaan anggaran penanganan tanggap darurat dan pendistribusian logistik pasca bencana.

Hal itu dimaksudkan sebagai langkah percepatan yang dilakuakan DPRD membantu Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam penanganan dampak gempa.

“Kami berharap dari kerja-kerja pansus nanti, akan melahirkan rekomendasi tentunya dari temuan teman-teman di lapangan, demi mencari solusi dari penanganan bencana ini,” ucapnya.

Ia pun, akan turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan sesuai tugas dan fungsi masing-masing pansus.

“Kami akan bahu membahu teman-teman pansus dan eksekutif, dalam melakukan pengawasan di lapangan, khususnya penanganan bencana terkait penggunaan anggaran dan pendistribusian logistik,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua DPRD Usman Suhuriah, ia menjelaskan bahwa, pansus nantinya akan bekerja sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Utamanya pansus akan bekerja melakukan koordinasi, menjalankan fungsi-fungsi pengawasan dan menemukan jalan penyelesaianya, Jika ada hal yang mentok akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi,” jelas Usman.

Tetapi menurutnya satu hal yang penting yang menjadi perhatian, karena DPRD bekerja real time di tengah kondisi darurat, maka dalam perjalanan pansus akan sangat intensif apabila ditemukan hal-hal yang mendesak akan dibuat dalam bentuk rekomendasi sela.

“Kita akan melihat semua apa yang direncanakan baik pemerintah provinsi dan kabupaten yang akan menjadi perhatian terkait sinergitas,” ucapnya.

Apabila nantinya pihaknya menemukan sesuatu dinilai spesifik dan janggal makan pihaknya akan mendalami hal tersebut.

“Mekanisme umunya pansus akan mengkoordinasikan ke seluruh pihak, tetapi langkah pertama sesuai asas tugas pengawasan lebih jauh ke aspek prepentif, jika ada yang mengarah ke delik,” tegasnya.

Ia berharap, apa yang menjadi dasar pemerintah provinsi akan menjadi penilaian kerja-kerja pemerintah di lapangan.

“Dasar pemeriksaan kita itu akan berangkat dari apa yang direncanakan soal data korban, rencana pemulihan soal tanggap darurat di situ ada desainnya, ada skenario yang menjadi dasar di Pemprov itulah yang menjadi dasar pengawasan oleh pansus apakah on the track,” bebernya.

Olehnya, ia berharap pemerintah bekerja lebih baik lagi dalam penyelesaian persoalan pasca bencana. Sementara DPRD lewat Pansus pun berupaya memecah persoalan dan sengkarut dalam pengawasan serta pemulihan pasca bencana.

Dia bahkan menegaskan, akan mengkoordinasikan ke penegak hukum jika nantinya pansus menemukan ada pihak-pihak yang dianggap menyalahi aturan dalam proses penanganan paska bencana.

“Jika on the track maka patut diapresiasi dan didorong, jika melenceng maka apa penyebabnya itulah yang dibantu untuk ditemukan jalan penyelesaianya,” tandasnya.(idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *